Syarah Doa Mendengar Kokok Ayam dan Keledai

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيْكَةِ فَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيْقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

“Apabila kamu mendengar ayam jago berkokok, mintalah anugerah kepada Allah, sesungguhnya dia melihat malaikat. Dan apabila engkau mendengar keledai meringkik, mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan syetan, sesungguhnya dia melihat syetan.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan نَهِيْق ‘ringkikan‘, sama dengan نِهَاقٌ atau نَهَقٌ yaitu suara keledai.

Ungkapan الدِّيْكَة ‘ayam jago‘, bentuk jamak dari الدِّيْك.

Sedangkan perintah untuk berlindung ketika mendengar suara keledai adalah karena datangnya syetan di sana. Maka, dengan dzikir kepada Allah akan mengusirnya.

Sedangkan permohonan karunia Allah Ta’ala ketika terdengar kokok ayam jago adalah karena datangnya seorang malaikat di sana, maka do’a adalah sesuatu yang paling dekat kepada ijabah di waktu seperti itu. Karena mungkin akan diaminkan malaikat sehingga Allah Ta’ala menerima dan mengabulkan do’anya.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 543-544.


[1]     Diriwayatkan Al-Bukhari dalam Fathul Bari, (6/350) no. 3303; dan Muslim (4/2092) no. 2729.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: