Syarah Doa Membesuk Orang Sakit (1)

لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata, “Jika Nabi membesuk ke rumah orang sakit, beliau bersabda kepadanya ….”

Ungkapan لاَ بَأْسَ ‘tidak mengapa’, dengan kata lain, tidak keras dan tidak menyakitimu.

Ungkapan طَهُوْرٌ ‘bersih’, dengan kata lain, membersihkan bagi engkau dari segala macam dosa, dengan kata lain, pembersih.

Ungkapan إِنْ شَاءَ اللهُ ‘jika Allah menghendaki’. Ini adalah kalimat khabariah dan bukan kalimat do’a, karena do’a harus ditegaskan manusia. Hal itu karena larangan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bagi orang yang mengatakan,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ

“Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau, ya Allah, sayangilah aku jika Engkau mau.”[2][]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 380-381.


[1]     Al-Bukhari, dalam Fathul Bari, (10/118), no. 3616.
[2]
    Al-Bukhari, no. 6339; dan Muslim, no. 2679.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: