Syarah Doa Membesuk Orang Sakit (2)

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ_سَبْعَ مَرَّاتٍ

“Aku mohon kepada Allah Yang Mahamulia, penulik ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.” (diucapkan sebanyak tujuh kali).[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda Mabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَعُودُ مَرِيضًا، لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَيَقُولُ عِنْدَ سَبْعِ مَرَّاتٍ: ….، إِلَّا عَافَاهُ الله

“Tiada seorang hamba yang Muslim membesuk seseorang yang sedang sakit, yang belum datang ajalnya, lalu dia mengatakan pada yang ketujuh kalinya …, melainkan Allah akan memberinya kesehatan.”

Ungkapan أَنْ يَشْفِيَكَ dengan huruf ya’ berfathah artinya ‘menyembuhkanmu‘ dan ‘menghilangkan apa-apa yang kau temukan‘.

Artinya: Jika seseorang kembali menderita sakit, lalu dibacakan kepadanya do’a ini tujuh kali, maka orang sakit ini menurut ilmu Allah belum datang ajalnya. Dia akan dijauhkan dari penyakit dengan karunia Allah Azza wa Jalla. Jika tidak dan ajal tiba, maka do’a tidak akan bermanfaat melainkan khusus berkenaan dengan pahala membacanya. Wallahu A’lam.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 381-382.


[1]     Ditakhrij  At-Tirmidzi,  no.  2083;  Abu  Dawud,  no.  3106.  Lihat Shahih At-Tirmidzi, (2/210); dan Shahih Al-Jami’ (5/180), no. 5766.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: