Syarah Doa Orang Sakit Ketika Tidak Ada Harapan Sembuh (1)

Ungkapan يَئِسَ ‘putus asa’, dengan kata lain, putus harapan bahwa dirinya masih akan mampu bertahan hidup.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى

“Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan tertian yang tinggi derajatnya (para nabi).”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Ungkapan الرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى ‘teman yang tinggi derajatnya’, dimaksudkan dengannya apa yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً

“Bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih, dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (An-Nisa: 69)

Dikatakan pula الرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى ‘para kawan yang ada di tempat yang paling tinggi’ adalah surga. Dikatakan pula الرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى ‘teman yang tinggi derajatnya’ adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 385-386.


[1]     Al-Bukhari, (7/10), no. 4440; dan Muslim, (4/1893). no. 2444.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: