Syarah Doa Kepada Pemberi Pinjaman Ketika Melunasi Hutang

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ، إِنَّمَا جَزَاءُ السَّلَفِ الْحَمْدُ وَاْلأَدَاءِ

“Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam keluarga dan hartamu. Sesungguhnya balasan meminjamkan adalah pujian dan pembayaran.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abu Rabi’ah Radhiyallahu Anhu.

Di dalamnya disebutkan ungkapannya Radhiyallahu Anhu,

اسْتَقْرَضَ مِنِّي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعِينَ أَلْفًا، فَجَاءُهُ مَالٌ فَدَفَعَهُ إِلَيَّ، وَقَالَ

“Nabi Shallallahu Alailu wa Sallam berhutang kepadaku sebesar empat puluh ribu. Kemudian beliau mendapatkan harta sehingga membayar kepadaku dan bersabda ….”

Ungkapan إِنَّمَا جَزَاءُ السَّلَفِ ‘sesungguhnya balasan orang yang meminjamkan adalah‘, dengan kata lain, pinjaman. الْحَمْدُ وَاْلأَدَاءِ ‘pujian dan pembayaran’, dengan kata lain, engkau harus memenuhi pembayaran apa-apa yang telah engkau pinjam dan berterimakasih kepada orang yang memberimu pinjaman atas kebaikannya itu. Kemudian engkau mendo’akannya agar Allah memperbanyak kebaikan dalam keluarga dan hartanya.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 491-492.


[1]     Ditakhrij An-Nasa’i. dalam kitab ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, hlm. 300, no. 372; dan Ibnu Majah (2/809), no. 2424. Lihat Shahih Ibnu Majah (2/55).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: