Syarah Keutamaan Shalawat Atas Nabi (1)

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِـهَا عَشْرًا

“Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali, Allah akan memberikan balasan shalawat kepadanya sepuluh kali.'”[1] (Diriwayatkan Muslim)371

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Huralrah Radhiyallahu Anhu.

Sufyan Ats-Tsauri dan lebih dari satu dari kalangan para ahli ilmu mengatakan, “Shalawat Rabb adalah rahmat dan shalawat para malaikat adalah permohonan ampun.”

Dalam kitab shahihnya, Al-Bukhari berkata, Abu Al-Aliyah berkata, ‘Shalawat Allah adalah pujian-Nya atas dirinya menurut para malaikat dan shalawat para malaikat adalah do’a.'”

Korektor mengatakan, “Inilah yang benar”.[2]

Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, “Mereka bershalawat dan memberkahi, artinya berdo’a memohon berkah kepada-Nya.”

Al-Qadhi Rahimahullah berkata, “Artinya rahmat-Nya dan pelipatgandaan pahala-Nya. Sebagaimana firman-Nya,

مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

”Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) (sepuluh kali) lipat amalnya’ (Al-An’am/6: 160).”

Dia juga mengatakan, “Kadang-kadang shalawat adalah apa adanya dan dengan artinya secara eksplisit sebagai pemuliaan bagi beliau di antara para malaikat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ

‘Jika dia ingat kepada-Ku di tengah-tengah orang banyak, maka Aku akan ingat kepadanya di tengah-tengah orang banyak yang lebih baik daripada mereka.”‘[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 528-529.


[1]     Ditakhrij Muslim, (1/288). no. 408.
[2]
    (Korektor)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: