Syarah Keutamaan Shalawat Atas Nabi (3)

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْبَخِيْلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, ‘Orang yang bakhil adalah orang yang apabila namaku disebut di sisinya, dia tidak bershalawat kepadaku.'”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu.

Mula Ali Al-Qari Rahimahullah berkata, “Siapa saja yang tidak bershalawat kepada beliau, maka dia telah menjadi seorang kikir dan telah mencegah dirinya untuk menakar yang lebih banyak. Sehingga tak seorang pun lebih kikir daripada dirinya.”

Al-Munawi Rahimahullah berkata, فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ ‘dia tidak membaca shalawat kepadaku‘, karena dia kikir kepada dirinya sendiri dengan mengharamkan baginya untuk mendapatkan shalawat dari Allah atas dirinya sepuluh kali jika dia bershalawat satu kali.”[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 530-531.


[1]     At-Tirmidzi (5/551). no. 3546; dan selainnya. Lihat Shahih Al-Jami ‘ (3/25) no. 2787 dan Shahih At-Tirmidzi (3/177)

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: