Dzikir Pagi dan Petang (13)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ. (مِائَةَ مَرَّةٍ)

“Maha Suci Allah dan Segala puji (bagi-Nya)” (Dibaca seratus kali)[1]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. (عشر مرات أو مرة واحدة عند الكسل)

“Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca sepuluh kali[2], atau sekali saja saat malas[3])

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. (مائة مرة إذا أصبح)

“Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca seratus kali setiap pagi)

“Barangsiapa membacanya setiap hari seratus kali dalam sehari, maka dia bagaikan memerdekakan sepuluh budak, dan dicatat baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, dan dia terpelihara dari setan hingga sore dan tidak ada seseorang-pun yang mendapatkan keutamaan seperti itu, kecuali seseorang yang mengamalkannya lebih banyak dari itu.”[4]

Disalin dari Terjemah Hishnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, Hal. 92-93.


[1]  HR. Muslim 4/2071, no.2723.
[2]  HR. An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 24, lihat Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/272 dan Tuhfah Akhyar, karya Ibnu Baz, hal.55.
[3]  HR. Abu Dawud 4/319, Ibnu Majah dan Ahmad 4/60. Lihat Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/270, Shahih Abu Dawud 3/957, Shahih Ibnu Majah 2/331, dan Zadul Ma’ad 2/377.
[4]  HR. Al-Bukhari 4/95; Muslim 4/2071.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: