Syarah Dzikir Pagi dan Petang (4)

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

وَإِذَا أَمْسَى قَالَ: اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْـمَصِيْرُ

“Ya Allah, dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan dengan nikmat-Mu kami hidup dan dengan nikmat-Mu kami mati. Dan kepada-Mulah kami dibangkitkan.”[1]

Dan jika di sore hari, maka mengatakan,

“Ya Allah, dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu sore ini, dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu pagi, nikmat-Mu kami hidup, nikmat-Mu kami mati, dan kepada-Mulah kami kembali.”

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan بِكَ أَصْبَحْنَا ‘dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu pagi’, berkaitan dengan sesuatu yang dihilang-kan. Maka, sesungguhnya penulis seakan-akan hendak mengatakan: بِنِعْمَتِكَ أَصْبَحْنَا ‘dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu pagi’, atau dengan pemeliharaan-Mu, atau dengan dzikir kepada-Mu. Demikian juga bentuk aslinya pada: بِكَ أَمْسَيْنَا ‘dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu sore’.

Ungkapan وَبِكَ نَحْيَا ‘dengan nikmat-Mu kami hidup’, dalam makna sebagai hal, dengan kata lain, kami dipelihara dan dilindungi oleh-Mu di segala waktu dan dalam segala keadaan, pada pagi hari dan pada sore hari, ketika masih hidup dan sesudah mati.

Ungkapan وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ ‘dan kepada-Mulah kami dibangkitkan’, dengan kata lain, dihidupkan untuk kebangkitan pada Hari Kiamat.

Ungkapan وَإِلَيْكَ الْـمَصِيْرُ ‘kepada-Mulah kami kembali’, dengan kata lain, tempat kembali.

Dikatakan ketika pada pagi hari: وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ ‘dan kepada-Mulah kami dibangkitkan’, dan pada sore hari: وَإِلَيْكَ الْـمَصِيْرُ ‘dan kepada-Mulah kami kembali’, karena pagi laksana penyebaran setelah kematian dan pagi mirip dengan kematian setelah kehidupan. Oleh sebab itu, disebutkan ketika mirip dengan kehidupan: وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ ‘dan kepada-Mulah kami dibangkitkan’, dan ketika serupa dengan kematian: وَإِلَيْكَ الْـمَصِيْرُ ‘dan kepada-Mulah kami kembali’ karena memperhatikan kesesuaian dan keserupaan. Wallahu A’lam.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 252-253.


[1]     At-Tirmdzi, (5/466), no.3391. Lihat Shahih At-Tirmidzi. (3/142).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: