Syarah Dzikir Pagi dan Petang (8)

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ)

“Ya Allah, selamatkan tubuhku. Ya Allah, selamatkan pendengaranku dan penglihatanku. Tiada Tuhan (yang berhak disembah), kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan (yang berhak disembah), kecuali Engkau.” (Dibaca tiga kali).[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Bakarah Nufai’ bin Al-Harits bin Kaladah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ ‘ya Allah, selamatkan tubuhku’, dengan kata lain, selamatkan aku dari berbagai bencana dan penyakit pada badanku.

Ungkapan اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ….بَصَرِيْ ‘selamatkan pendengaranku dan penglihatanku’. Ini adalah khusus datang setelah umum. Ungkapan بَدَنِيْ ‘badanku’ mencakup seluruh badan. Akan tetapi, dikhususkan dua macam indra tersebut adalah karena keduanya jalan menuju hati yang mana de-ngan kesehatan keduanya, maka sehatlah anggota badan seluruhnya. Dan dengan rusaknya kedua alat itu, maka merusakkan seluruh anggota badan.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 259-260.


[1]     Abu Dawud, (4/324). no. 5090; Ahmad, (5/42), An-Nasa’i, dalam kitab Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, no. 22, Ibnu As-Sunni, no. 69, Al-Bukhari dalam kilab Adab Al-Mufrad. Sanadnya dihasankan Al-Allamah Ibnu Baaz dalam kitab Tuhfah Al-Akhyar, hlm. 26. Juga ada yang dilemahkan Syaikh Al-Albani Rahimahullah. Lihat Dhaif Al-Jami’. no. 1210.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: