Syarah Dzikir Pagi dan Petang (15)

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ: فَتْحَهُ، وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ، وَبَرَكَتَهُ، وَهُدَاهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ

“Kami telah memasuki waktu pagi ini, sedang kerajaan milik Allah Tuhan penguasa alam. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar memperoleh kebaikan, pembuka, pertolongan, cahaya, berkah, dan petunjuk di hari ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.”[1]

وإذ أمسى قال: أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ؛ فَتْحَهَا، وَنَصْرَهَا وَنُوْرَهَا، وَبَرَكَتَهَا، وَهُدَاهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا

“Jika sore tiba, maka mengatakan, ‘Kami telah memasuki sore ini dengan semua kerajaan menjadi milik Allah Rabb seluruh alam semesta. Ya Allah, aku memohon kepada Engkau kebaikan malam ini: pembukaannya, per-tolongannya, cahayanya, berkahnya, petunjuknya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa-apa di dalamnya dan dari apa-apa setelahnya.'”

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Malik Al-Asy’ari Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan فَتْحَهُ atau فَتْحَهَا ‘pembukaannya’, dengan kata lain, keberuntungan mencapai apa yang dimaksud.

Ungkapan وَنَصْرَهُ atau وَنَصْرَهَا ‘pertolongannya’, dengan kata lain, kemenangan atas musuh.

Ungkapan وَنُوْرَهُ atau وَنُوْرَهَا ‘cahayanya’, dengan kata lain, taufik untuk mendapatkan ilmu dan bisa mengamalkannya.

Ungkapan وَبَرَكَتَهُ atau وَبَرَكَتَهَا ‘berkahnya’, dengan kata lain, dengan memberikan kemudahan rezeki yang halal dan bagus.

Ungkapan وَهُدَاهُ atau وَهُدَاهَا ‘petunjuknya’, dengan kata lain, teguh mengikuti petunjuk dan menentang hawa nafsu.

Ath-Thibi Rahimahullah berkata, “Ungkapan pembukaannya … dan apa-apa setelahnya adalah penjelasan bagi ungkapan kebaikan hari ini.”

Ungkapan مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ  ‘keburukan hari ini’ atau مِنْ شَرِّ مَا فِيْهَا ‘dari keburukan malam ini’, dengan kata lain, dalam hari ini atau malam ini.

Ungkapan وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ ‘keburukan setelah hari ini’ atau وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا ‘keburukan setelah malam ini’, dengan kata lain, aku mencukupkan diri dengan semua itu sehingga tidak memohon kebaikan setelah itu. Ini adalah isyarat bahwa menolak berbagai kerusakan lebih penting daripada mengambil manfaat.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 273-275.


[1]     Abu Dawud, (4/322), no. 5084; dan dihasankan isnadnya oleh Syu’aib dan Abdul Qadir Al-Arnauth dalam tahqiq Zaad Al-Ma’ad, (2/273). Dan telah didhaifkan Syaikh Al-Albani Rahimahullah. Lihat Dhaif Abu Dawud.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: