Syarah Dzikir Pagi dan Petang (18)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. (عَشَرَ مَرَّاتٍ أَوْ مَرَّةً وَاحِدَةً)

“Tiada Tuhan Yang berhak disembah, kecuali Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca sepuluh kali[1] atau satu kali [2])

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Ayyasy Radhiyallahu Anhu. Dikatakan, “Namanya adalah Zaid bin Ash-Shamit Radhiyallahu Anhu.” Dikatakan pula, “Zaid bin An-Nu’man Radhiyallahu Anhu.” Dan dikatakan pula nama yang lain.[3]

Disebutkan dalam hadits:

أَنْ مَنْ قَالَـهَا حِيْنَ يُصْبِحُ وَحِيْنَ يُمسِي، كَانَ لَهُ عَدْلُ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ وَكَانَ فِي حِرْزٍ مِنْ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ

“Bahwa siapa saja yang mengucapkannya di pagi dan sore hari, maka baginya setara dengan seorang budak dari anak Ismail, dicatatkan baginya sepuluh kebaikan, digugurkan darinya sepuluh keburukan, diangkat setinggi sepuluh derajat dan dia berada dalam penjagaan dari gangguan syetan hingga sore hari.”[4]

Ungkapan عَدْلُ رَقَبَةٍ ‘setara dengan budak’, dengan kata lain, sama dengan memerdekakan budak.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 277-279.


[1]     An-Nasa’i, dalam kitab ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallahu Anhu. Sedangkan lafazhnya:

مَنْ قَالَ غَدْوَةً: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، عَشَرَ مَرَّاتٍ كَتَبَ اللهُ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَكَانَ لَهُ بِقَدْرِ عَشْرِ رِقَابٍ، وَأَجَارَهُ اللهُ مِنْ الشَّيْطَانِ، وَمَنْ قَالَهَا عَشِيَّةً كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ

“Siapa saja yang mengucapkan dipagi hari: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ  الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ “Tiada Tuhan Yang berhak disembah, kecuali Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuati) (sepuluh kali), maka Allah mencatatkan untuknya sepuluh kebaikan. Dan baginya sama dengan memiliki sepuluh orang budak. Allah menyelamatkannya dari syetan. Dan siapa saja yang mengucapkannya di sore hari, maka baginya sedemikian rupa pula”.

Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib (1/272), no. 650; dan Tuhfah Al-Akhyar, karya Ibnu Baaz, hlm. 55.

[2]     Abu Dawud, (4/319), no. 5077; Ibnu Majah. no. 3867; Ahmad, (4/60); dan lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, (1/270); Shahih Abu Dawud (3/957); Shahih Ibnu Majah, (2/331); dan Zaad Al-Maad (2/377) dan padanya lafazh: عَشَرَ مَرَّاتٍ ‘sepuluh kali’
[3]  Ini adalah shahabat. hadits yang kedua yang padanya keutamaan orang yang mengatakannya satu kali. (Korektor).
[4]   Ini adalah keutamaan bagi orang yang mengucapkannya satu kali dari hadits Abu Ayyasy. (Korektor.

Iklan

One Response to Syarah Dzikir Pagi dan Petang (18)

  1. Ping-balik: Syarah Keutamaan Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir (2) | Doa dan Dzikir

%d blogger menyukai ini: