Syarah Dzikir Pagi dan Petang (22)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ. (مِائَةً مَرَّةٍ فِي الْيَوْمِ)

“Aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” (Dibaca seratus kali sehari).[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Al-Agharr bin Yasar Al-Muzani Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ‘aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya’ adalah nyata bahwa beliau memohon ampunan dan berkeinginan keras untuk bertaubat.

Telah menjadi sesuatu yang amat janggal ketika istighfar datang dari diri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam karena beliau adalah orang yang ma’shum, sedangkan istighfar adalah konsekuensi dari terlakukannya suatu kemaksiatan? Hal ini disanggah dengan sejumlah sanggahan. Di antaranya, ucapan Ibnu Baththal Rahimahullah, “Para nabi adalah orang yang kuat kesungguhannya dalam menjalankan ibadah. Karena mereka oleh Allah Ta’ala diberi pengetahuan, sehingga mereka selalu berupaya untuk bersyukur kepada-Nya, selalu mengakui keterbatasannya. Dengan kata lain, bahwa istighfar adalah karena suatu keterbatasan dalam menjalankan kebenaran yang wajib hanya untuk Allah Ta’ala. Juga bisa berarti karena kesibukannya dengan perkara-perkara mubah berupa kegiatan makan, minum, berjima’, dan lain sebagainya yang bisa menutup mereka untuk menyibukkan diri dengan berdzikir kepada-Nya. Di antaranya lagi adalah bahwa istighfarnya adalah syariat bagi umatnya. Wallahu A’lam.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 282-283.


[1]     Al-Bukhari dalam Fathul Bari, (11/101), no. 6307; Muslim, (4/2075), no. 2702. Hadits ini diriwayatkan secara sendiri-sendiri oleh masing-masing dari keduanya. Sehingga Al-Bukhari berhadits dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dengan lafazh.

وَاللهِ إِنِّي لَأَ سْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِن فِي يَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَيْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah,  sesungguhnya aku beristighfar dan beraubat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuhpuluh kali” Wallahu A’lam.

Iklan

One Response to Syarah Dzikir Pagi dan Petang (22)

  1. Ping-balik: Syarah Istigfar dan Taubat (1 dan 2) | Doa dan Dzikir

%d blogger menyukai ini: