Kewajiban Memohon Perlindungan Dari 4 Hal

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الاَخِرِ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ أَرْبَعٍ، يَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، ثُـمَّ يَدْعُوْ لِنَفْسِهِ بِـمَا بَدَالَهُ

“Bila seseorang selesai membaca tasyahhud akhir, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah empat perkara, yaitu: ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam, dan siksa kubur, dan fitnah hidup dan mati, dan dan fitnah Dajjal.’ Selanjutnya, hendaklah ia berdo’a memohon kebaikan untuk dirinya sesuai kepentingannya.”[1]

Nabi صلى الله عليه وسلم biasa membaca do’a tersebut dalam tasyahhudnya. [2]

Nabi صلى الله عليه وسلم mengajarkan do’a tersebut kepada sahabat-sahabatnya seperti halnya beliau mengajarkan suatu surah Al-Qur’an kepada mereka.[3][]

Disalin dari Sifat Shalat Nabi صلى الله عليه وسلم Karya Syaikh al-Albani رحمه الله terbitan Media Hidayah Yogyakarta Edisi Revisi Tahun 2004 hal. 228.


[1]     HR. Muslim, Abu ‘Awanah, Nasa’i, dan Ibnul Jarud dalam Al-Muntaqa (27). Baca Al-lrwa’ Hadits no. 350.
[2]     HR. Abu Dawud dan Ahmad dengan sanad shahih.
[3]     HR. Muslim dan Abu ‘Awanah.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: