Syarah Dzikir Sebelum Tidur (1)

يَجْمَعُ كَفَّيْهِ ثُـمَّ يَنْفُثُ فِيْهِمَا فَـيَقْرَأُ فِيْهِمَا: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ. ثُمَّ يَـمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

“Beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniupkan, lalu membaca kepada keduanya beberapa surat: Dengan nana Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Katakanlah: ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tiada seorang pun yang setara dengan Dia.’ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang menguasai shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila dia dengki.’ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi, Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.’ Lalu dengan kedua telapak tangan beliau mengusap semua anggota tubuhnya yang bisa dijangkau. Beliau memulai mengusap dengan menggunakan kedua telapak tangannya dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya.” Beliau melakukan sedemikian tiga kali.[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Ungkapan يَنْفُثُ ‘meniup’, dengan kata lain, jika menggunakan mulut, maka sama dengan meniup, yaitu lebih ringan daripada التَّفَل (mengeluarkan sedikit air ludah). Karena التَّفَل tiada lain dengan dibarengi keluarnya air ludah. Sedangkan nafats adalah kadang-kadang hanya dibarengi sedikit air ludah atau tidak sama sekali.

Ungkapan فِيْهِمَا ‘kepada keduanya’, dengan kata lain, kepada kedua tangannya.

Hikmah do’a ini adalah bahwa beliau berlindung kepada Allah Ta’ala dari apa-apa yang menimbulkan berbagai macam kerusakan. Apalagi dari bisikan-bisikan jahat dan serangga-serangga yang mematikan ketika beliau sedang tidur di atas kasurnya. Lalai terhadap apa saja yang datang kepada beliau dan segala yang bisa terjadi terhadap diri beliau. Jika seorang hamba menyibukkan diri dengan ayat-ayat itu ketika dia menuju kasurnya, maka dia berada dalam penjagaan Allah Ta’ala sepanjang malamnya itu.

Telah berlalu syarah ayat-ayat itu. Lihat hadits no. 71 (Syarah Dzikir Setelah Salam (5)).[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 286-288.


[1]     Al-Bukhari dalam Fathul Bari, (9/62), no. 5017; dan Muslim, (4/1723), no. 2192.

Iklan

One Response to Syarah Dzikir Sebelum Tidur (1)

  1. Ping-balik: Bacaan Al-Qur’an Sebelum Tidur (1) | Doa dan Dzikir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: