Syarah Dzikir Sebelum Tidur (8)

سُبْحَانَ اللهِ (ثَلَاثَ وَثَلَاثِيْنَ) وَالْحَمْدُ لِلَّهِ (ثَلَاثَ وَثَلَاثِيْنَ) وَاللهُ أَكْبَرُ (أَرْبَعًا وَثَلَاثِيْنَ)

” سُبْحَانَ اللهِ ‘Mahasuci Allah’ (tiga puluh tiga kali), الْحَمْدُ لِلَّهِ ‘segala puji bagi Allah’ (tiga puluh tiga kali) dan اللهُ أَكْبَرُ ‘Allah Mahabesar‘ (tiga puluh empat kali).”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah AH bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu.

Seutuhnya hadits itu adalah ucapan Ali Radhiyallahu Anhu:

أَنَّ فَاطِمَةَ رضي الله عنها أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْأَلُهُ خَادِمًا، فَلَمْ تَجِدْ وَوَجَدَتْ عَائِشَةَ فَأَخْبَرَتْهَا قَالَ عَلِيٌ:  فَجَاءَنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ أَخَذْنَا مَضَاجِعَنَا، فَقَالَ: أَلَا أَدُلُّكُمَا عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ؟ إِذَا أَوَيْتُمَا إِلَى فِرَاشِكُمَا فَسَبِّحَا ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَاحْمَدَا ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبِّرَا أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ فَإِنَّهُ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ

“Bahwa Fathimah Radhiyallahu Anha datang menghadap kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk meminta seorang pembantu kepada beliau. Namun dia tidak bertemu dengan beliau dan dia bertemu dengan Aisyah sehingga dia menyampaikannya kepada beliau. Ali berkata, ‘Maka kami didatangi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika kami telah mulai tidur.’ Beliau bersabda, ‘Maukah kutunjukkan kepada kalian apa-apa yang lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pembantu? Jika kalian berdua hendak tidur, maka bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali, dan bertakbirlah tiga puluh empat kali. Sesungguhnya yang demikian lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pembantu. ‘”

Ungkapan تَسْأَلُهُ خَادِمًا ‘meminta seorang pembantu’, hal itu akibat kelelahan yang sangat karena banyaknya menumbuk gandum untuk membuat tepung dengan batu penggilingan dan mengangkut air dengan kantung air. Kata pembantu (khadim) diucapkan baik untuk menunjukkan pembantu laki-laki atau perempuan.

Ungkapan وَقَدْ أَخَذْنَا مَضَاجِعَنَا ‘ketika kami telah mulai tidur’, dengan kata lain, kami masuk menuju kasur kami untuk tidur.

Ungkapan فَسَبِّحَا ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ‘bertasbihlah tiga puluh tiga kali’, dengan kata lain, ucapkanlah سُبْحَانَ اللهِ ‘Mahasuci Allah’ tiga puluh tiga kali, الْحَمْدُ لِلَّهِ ‘segala puji bagi Allah’ tiga puiuh tiga kali, dan اللهُ أَكْبَرُ ‘Allah Mahabesar’ tiga puluh empat kali. Dengan demikian seluruhnya berjumlah seratus kali.

Ungkapan فَإِنَّهُ ‘sesungguhnya yang demikian’, dengan kata lain, ucapan-ucapan itu. خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ ‘lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pembantu’.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 299-300


[1]     Diriwayatkan Al-Bukhari, dalam Fathul Bari, (7/71), no. 3705; dan Muslim, (4/2091), no. 2727.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: