Syarah Keutamaan Dzikir (4)

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan sore, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf/7: 205)

Dengan kata lain: bacalah, wahai Muhammad jika engkau menjadi imam dalam dirimu; تَضَرُّعاً ‘dengan merendahkan diri’, dengan kata lain, dengan tenang; وَخِيفَةً ‘dan rasa takut’ adalah takut dari adzab-Nya.

Adh-Dhahhak berkata, “Artinya jaharkanlah (mengeraskan suara) dalam membaca pada shalat shubuh, maghrib, dan isya.”

وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ ‘dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai’, dengan kata lain, jangan lupa membaca dalam shalat dzuhur dan ashar, karena engkau menyembunyikan bacaan dalam kedua shalat itu.

Az-Zamakhsyari Rahimahullah berkata, “Firman Allah Ta’ala وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً ‘dan sebutlah (nama) Tuhanmu  dalam  hatimu  dengan  merendahkan  diri’ bersifat umum dan berkaitan dengan semua macam dzikir berupa bacaan Al-Qur’an, do’a, tasbih, tahlil, dan lain sebagainya. تَضَرُّعاً وَخِيفَةً ‘dengan merendahkan diri dan rasa takut’, dengan penuh rasa harap dan rasa takut. وَدُونَ الْجَهْرِ ‘dan dengan tidak mengeraskan suara’, dengan berbicara menggunakan suara yang tidak terlalu keras. Karena dengan menyernbunyikan lebih dalam masuk ke dalam wilayah keikhlasan dan lebih dekat kepada tafakur yang baik. بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ ‘di waktu pagi dan sore’, karena kesibukan yang padat pada dua waktu tersebut atau menghendaki untuk dijadikan rutin. Makna بِالْغُدُوّ ‘di waktu pagi’ adalah pada waktu-waktu di pagi hari. Itulah waktu-waktu yang disebut ghadawaat. وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ  ‘dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai’, dari golongan mereka yang lalai untuk dzikir kepada Allah dan melupakannya.

بِالْغُدُوّ  ‘di waktu pagi’ adalah permulaan siang hari.

Ungkapan وَالآصَالِ ‘di waktu sore’ adalah bentuk jamak dari ashiil, yaitu waktu antara ashar dan maghrib.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 61-62.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: