Syarah Keutamaan Dzikir (10)

Dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu Anhu, dia berkata,

خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ وَنَحْنُ فِي الصُّفَّةِ فَقَالَ: أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيْقِ فَيَأْتِيْ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِيْ غَيْرِ اِثْمٍ وَلاَ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ؟ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ نُحِبُّ ذَلِكَ. قَالَ: أَفَلاَ يَغْدُوْ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ، أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ، وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ، وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ، وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ اْلإِبِلِ

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berangkat ketika kami sedang berada di suatu tempat di belakang masjid, lalu beliau bersabda, ‘Siapakah di antara kalian yang mau pergi setiap hari menuju Buthhan atau Aqiq sehingga dari sana dia mendapatkan dua ekor unta berpunuk besar selama tidak untuk suatu dosa atau pemutusan silaturrahim? Kami menjawab, ‘Wahai Rasulullah, kami suka yang demikian’ Beliau bersabda, ‘Apakah kalian semua tidak segera pergi ke masjid di pagi hari sehingga mengetahui atau membaca dua buah ayat dari Kitabullah Azza wa Jalla adalah lebih baik daripada dua ekor unta. Tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor dan empat ayat lebih baik daripada empat ekor. Jumlah berapa pun ayat adalah lebih baik daripada sejumlah yang sama daripada unta.”‘[1]

Ungkapan وَنَحْنُ فِي الصُّفَّةِ ‘ketika kami sedang berada di suatu tempat di belakang masjid’, الصُّفَّة adalah suatu tempat yang ada di belakang masjid yang disediakan untuk persinggahan bagi orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan tidak memiliki keluarga.

Ungkapan يَغْدُوَ ‘berangkat’ adalah bepergian di awal siang hari.

Ungkapan إِلَى بُطْحَانَ ‘menuju Buthhan’ adalah nama suatu lembah di Madinah. Dinamakan demikian dikarenakan wilayahnya yang luas dan datar. Berasal dari akar kata بطح yang berarti ‘datar’.

Ungkapan أَوْ إِلَى الْعَقِيْقِ ‘atau ke Aqiq’, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan Aqiq adalah ‘yang paling kecil’. Yaitu suatu tempat yang berjarak kira-kira tiga kilometer atau dua kilometer dari kota Madinah.

Ungkapan أَوْ ‘atau’ bisa menunjukkan keraguan pada diri perawi atau menunjukkan permacaman, karena keduanya, yakni Bathhan dan Aqiq adalah tempat yang paling dekat. Keduanya menjadi tempat terselenggaranya pasar unta di Madinah.

Ungkapan كَوْمَاوَيْنِ ‘berpunuk besar’ adalah bentuk mutsanna dari kata كَوْمَاء –hamzah dibalik menjadi wawu– yaitu unta yang memiliki punuk besar. Hal itu merupakan harta orang Arab yang paling baik.

Ungkapan فِيْ غَيْرِ اِثْمٍ  ‘selama tidak untuk suatu dosa’, seperti mencuri dan merampas.

Ungkapan وَلاَ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ ‘dan tidak pula untuk pemutusan silaturrahim’, dengan kata lain, tidak dengan keha-rusan memutuskan silaturrahim.

Ungkapan وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ ‘jumlah berapa pun ayat’, dengan kata lain, bahwa dua ayat itu lebih baik daripada dua ekor unta dan sesuai jumlah unta berapa pun dengan ayat itu. Tiga lebih baik daripada tiga bilangan ayat pula dari unta. Demikian juga empat….

Alhasil, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam hendak menghimbau mereka untuk banyak membaca Al-Qur’an dan menjadikan mereka zuhud dari segala kekayaannya.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 73-75.


[1]     Muslim, (1/553), no. 803.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: