Syarah Bacaan Ketika Menyembelih Qurban

APA YANG HARUS DIUCAPKAN KETIKA
MENYEMBELIH ATAU BERKURBAN

 

Ungkapan الذَّبْحُ ‘penyembelihan‘, yaitu pemutusan urat leher, kerongkongan, dan tenggorokan.

Ungkapan النَّحْرُ ‘penyembelihan kurban‘, yaitu penusukan pada leher unta, yaitu pada bagian atas tulang dada paling atas dan di bawah ujung atas leher.

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ] اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ

“Dengan nama Allah, Allah Mahabesar. (Ya Allah, dari-Mu [nikmat yang Engkau berikan, dan kami sembelih]  untuk-Mu). Ya Allah, terimalah kurban ini dariku.”[1]

Ungkapan بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ ‘dengan nama Allah, Allah Mahabesar‘, muncul dalam hadits Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, dan inilah lafazhnya.

Ungkapan اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ‘ya Allah, dari-Mu dan untuk-Mu’, muncul dari hadits Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Anhuma. Dan itu adalah ucapannya Radhiyallahu Anhu,

ذَبَحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الذَّبْحِ كَبْشَيْنِ أَقْرَنَيْنِ أَمْلَحَيْنِ مُوجَأَيْنِ، فَلَمَّا وَجَّهَهُمَا قَالَ: “إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ عَلَى مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ وَعَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ بِاسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ”، ثُمَّ ذَبَحَ

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Minum Air Zamzam

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit”[1]

Keterangan:

  1. Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: “Air Zamzam adalah makanan bagi orang yang membutuhkannya dan obat bagi orang yang sakit
  2. Cara pemakainnya adalah dengan diminum dan menuangkannya diatas kepala.
  3. Pada manasik Haji dan Umrah, minum Air Zamzam adalah setelah sholat di belakang makam Ibrahim.

[1] HR. ad-Daruquthni

Sumber:
Panduan Parktis Manasik Haji & Umrah oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid al-Atsari

Bacaan Ketika Ziarah ke Makam Nabi

السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا أَبَابَكْرٍ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا عُمَرْ

“Kesejahteraan, rahmat dan berkat Allah kepada-mu wahai Rasulullah, kesejahteraan bagimu wahai Abu Bakr, kesejahteraan bagimu wahai Umar”

Keterangan:
Syaikh Al-Albani berkata: “[Hal ini] sebagaimana yang dilakukan Ibn Umar رضي الله عنهما, jika menambah sedikit terilham dan tidak mewajibkannya, maka Insya Allah tidak apa-apa.
Referensi:
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
Bacaan Lebih Lanjut:
1. Fiqih Ziarah Madinah

Ucapan Ketika Menyembelih pada Hari Nahr

بِسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ إِ نَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّى

“Dengan menyebut Allah, Allah maha besar. Ya allah sesungguhnya (sembelihan) ini dari Engkau dan untuk Engkau, Ya Allah Terimalah dariku”

Keterangan:
Hari Penyembelihan (Nahr) adalah tanggal 10 Dzul Hijjah dan Hari-hari Tasyriq (11-13)
Referensi:
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo

Ucapan Ketika Melontar

الله أكبر

“Allah Maha Besar”

Keterangan:
Dibaca setiap melontar, setelah selesai melempar kerikil ketujuh di Jumrah Aqabah barulah menghentikan Talbiyah Haji. Adapun melontar pada hari Tanggal 11,12,13 Dzul Hijjah ialah membaca Takbir setiap melontar, Kemudian membaca doa [sesukanya] setelah melempar jumrah Ash-Shughra (al-Ula) begitu pula setelah melempar jumrah al-Wustha, namun setelah melempar jumrah Aqabah tidak disyariatkan berdoa tetapi langsung berlalu
Referensi:
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo

Doa Ketika di Masy’aril Haram [di Muzdalifah]

Membaca Takbir, Tahlil dan Kalimat Tauhid [berdasarkan Hadits]:

رَكِبَ الْقَصْوَاءَ حَتَّى أَتَى الْمَشْعَرَ الْحَرَامَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ (فَدَعَاهُ وَكَبَّرَهُ وَهَلَّلَهُ وَوَحَّدَهُ) فَلَمْ يَزَلْ وَاقِفًا حَتَّى أَسْفَرَ جِدًّا فَدَفَعَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ

“Nabi Shallallahu’alaihi wasallam naik unta bernama Al-Qaswa’ hingga di Masy’aril Haram, lalu beliau menghadap kiblat, berdoa, membaca takbir dan tahlil serta kalimat tauhid. Beliau terus berdoa hingga fajar menyingsing. Kemudian beliau berangkat (ke Mina) sebelum matahari terbit” [HR. Muslim]

Referensi:
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo

Doa Ketika Wukuf di Arafah

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu”

Keterangan:
Waktu wukuf menghadap kiblat, membaca Talbiyah, Tahlil [seperti diatas] dan memperbanyak doa terutama agar terbebas dari siksa neraka
Referensi:
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo

Doa Keluar Masjid

بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Dengan nama Allah, semoga sha-lawat dan salam terlimpahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepadaMu dari karuniaMu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk”

Keterangan:
Hadits Shahih dan Kalimat terakhir tambahan pada Riwayat Ibnu Majjah. Bacaan ini dibaca keluar Masjid Haram dan Masjid umumnya
Referensi:
Hisnul Muslim, Syaikh Said bin Ali al-Qahthani

Doa Ketika Sa’i

إِنَّ رَبِّ اغْفِرْ وارْحَمْ ، إنَّكَ أنْتَ الأَعَزُّ الأكْرَمُ

“Ya Rabb, Ampunilah dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia”

Keterangan:
Bacaan ini diriwayatkan secara shahih dari amalan Ibnu Mas’ud رضي الله عنه, Ibnu Umar رضي الله عنهما dan Kalangan Sahabat lainnya
Referensi:

  1. Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
  2. Haji Mabrur, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Doa Ketika di Shafa dan Marwa

  1. Bertakbir 3x
  2. الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر

  3. Membaca Do’a
  4. لاَإِلَهَ إِ لاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِى وَيُمِيْتُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَديْرٌ، لاَإِلَهَ إِ لاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَضَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

    “Tiada Ilah selain Allah dan tiada sekutu baginya, baginya segenap kerajaan dan segala pujian, Dia yang menghidupkan dan yang mematikan dan Dia maha mampu atas segala sesuatu, tiada Ilah selain Allah semata dan tidak ada sekutu baginya, Dia memenuhi janji-Nya, Dia membela Hamba-Nya dan Ia kalahkan sendiri musuh-musuh-Nya” [dibaca 3x]

  5. Dan disela-sela itu berdoa
Referensi:
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo