Syarah Takbir Ketika Melontar Jumroh

وَيُكَبِّرُ كُلَّمَا رَمَى بِحَصَاةٍ عِنْدَ الْجِمَارِ الثَّلاَثِ، ثُمَّ يَتَقَدَّمُ، وَيَقِفُ يَدْعُو مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، رَافِعًا يَدَيْهِ بَعْدَ الْجَمْرَةِ اْلأُوْلَى وَالثَّانِيَةِ. أَمَّا جَمْرَةُ الْعَقَبَةِ فَيَرْمِيْهَا وَيُكَبِّرُ عِنْدَ كُلِّ حَصَاةٍ وَيَنْصَرِفُ وَلاَ يَقِفُ عِنْدَهَا

“Beliau bertakbir pada setiap kali melemparkan tiga jamrah dengan batu kecil, kemudian beliau maju dan berdiri untuk berdo’a dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya, setelah melemparkan jamrah yang pertama dan kedua. Adapun untuk jamrah aqabah, beliau melempar dan bertakbir. Beliau tidak berdiri di sana, tapi langsung pergi.”[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa di Hari Arafah

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Do’a yang paling utama adalah di hari Arafah. Dan sebaik-baik apa yang aku dan para nabi sebelumku baca pada hari itu adalah:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu’[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ ‘Do’a yang paling utama adalah di hari Arafah, yakni karena Allah mengagungkan balasannya dan segera mengabulkannya. Yang dimaksud bahwa sebaik-baik do’a adalah do’a di hari Arafah adalah apa pun do’anya.

Ungkapan وَخَيْرُ مَا قُلْتُ ‘Dan sebaik-baik apa yang ak baca’. Ini adalah isyarat yang menunjukkan sesuatu yang bukan do’a. Maka, tidak perlu menjadikan apa-apa yang kukatakan’ artinya ‘aku berdo’a‘. Bisa saja yang dimaksud adalah dzikir berdasarkan do’a-do’a itu karena sangat disukai adanya pujian kepada Allah sebelum do’a. Wallahu A’lam.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 572-573, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    At- Tirmidzi. no. 3585; dan dihasankan Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi (3/184); dan Al-Ahadits Ash-Shahihah, (4/6).

Syarah Doa di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

رَبَّنَا آتِنَا فِي اَلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اَلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ اَلنَّارِ

“Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (Al-Baqarah: 201)[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin As-Saib Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan رَبَّنَا آتِنَا Wahai Rabb kami, berilah kami.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Takbir Ketika Tiba di Rukun Aswad

طَافَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْبَيْتِ عَلَى بَعِيْرٍ كُلَّمَا أَتَى الرُّكْنَ أَشَارَ إِلَيْهِ بِشَيْءٍ عِنْدَهُ وَكَبَّرَ

“Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam melakukan thawaf di Baitullah, di atas unta, setiap datang ke Rukun Aswad (tiang Ka’bah yang terdapat Hajar Aswad), beliau memberi isyarat dengan sesuatu yang dipegangnya dan bertakbir”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan الرُّكْنَ rukun, yaitu tempat yang di dalamnya Hajar Aswad.

Ungkapan بِشَيْءٍ عِنْدَهُ ‘dengan sesuatu yang dipegangnya’, yaitu tongkat yang bengkok ujungnya. []

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 553, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Al-Bukhari dalam  Fathul Bari, (1/476).  no.   1612.

Bagaimana Orang Ihram Bertalbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu.” (Muttafaq alaih)[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ‘aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu’. Artinya, jawaban setelah jawaban dan keharusan untuk selalu taat kepada-Mu. Dikatakan, “Arah dan tujuanku hanyalah kepada-Mu.” Dikatakan pula, “Aku tinggal untuk memenuhi panggilan-Mu dan taat kepada-Mu.” Dikatakan pula, “Mendekatkan diri dan taat kepada-Mu.”[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 552, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Al-Bukhari dalam  Fathul Bari, (3/408).  no.   1549; dan Muslim. (2/841). no. 1184.

Doa Minum Air Zamzam

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit”[1]

Keterangan:

  1. Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: “Air Zamzam adalah makanan bagi orang yang membutuhkannya dan obat bagi orang yang sakit
  2. Cara pemakainnya adalah dengan diminum dan menuangkannya diatas kepala.
  3. Pada manasik Haji dan Umrah, minum Air Zamzam adalah setelah sholat di belakang makam Ibrahim.

[1] HR. ad-Daruquthni

Sumber:
Panduan Parktis Manasik Haji & Umrah oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid al-Atsari

Bacaan Ketika Ziarah ke Makam Nabi

السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا أَبَابَكْرٍ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا عُمَرْ

“Kesejahteraan, rahmat dan berkat Allah kepada-mu wahai Rasulullah, kesejahteraan bagimu wahai Abu Bakr, kesejahteraan bagimu wahai Umar”

Keterangan:
Syaikh Al-Albani berkata: “[Hal ini] sebagaimana yang dilakukan Ibn Umar رضي الله عنهما, jika menambah sedikit terilham dan tidak mewajibkannya, maka Insya Allah tidak apa-apa.
Referensi:
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
Bacaan Lebih Lanjut:
1. Fiqih Ziarah Madinah

Ucapan Ketika Menyembelih pada Hari Nahr

بِسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ إِ نَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّى

“Dengan menyebut Allah, Allah maha besar. Ya allah sesungguhnya (sembelihan) ini dari Engkau dan untuk Engkau, Ya Allah Terimalah dariku”

Keterangan:
Hari Penyembelihan (Nahr) adalah tanggal 10 Dzul Hijjah dan Hari-hari Tasyriq (11-13)
Referensi:
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo

Ucapan Ketika Melontar

الله أكبر

“Allah Maha Besar”

Keterangan:
Dibaca setiap melontar, setelah selesai melempar kerikil ketujuh di Jumrah Aqabah barulah menghentikan Talbiyah Haji. Adapun melontar pada hari Tanggal 11,12,13 Dzul Hijjah ialah membaca Takbir setiap melontar, Kemudian membaca doa [sesukanya] setelah melempar jumrah Ash-Shughra (al-Ula) begitu pula setelah melempar jumrah al-Wustha, namun setelah melempar jumrah Aqabah tidak disyariatkan berdoa tetapi langsung berlalu
Referensi:
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo

Doa Ketika di Masy’aril Haram [di Muzdalifah]

Membaca Takbir, Tahlil dan Kalimat Tauhid [berdasarkan Hadits]:

رَكِبَ الْقَصْوَاءَ حَتَّى أَتَى الْمَشْعَرَ الْحَرَامَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ (فَدَعَاهُ وَكَبَّرَهُ وَهَلَّلَهُ وَوَحَّدَهُ) فَلَمْ يَزَلْ وَاقِفًا حَتَّى أَسْفَرَ جِدًّا فَدَفَعَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ

“Nabi Shallallahu’alaihi wasallam naik unta bernama Al-Qaswa’ hingga di Masy’aril Haram, lalu beliau menghadap kiblat, berdoa, membaca takbir dan tahlil serta kalimat tauhid. Beliau terus berdoa hingga fajar menyingsing. Kemudian beliau berangkat (ke Mina) sebelum matahari terbit” [HR. Muslim]

Referensi:
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.023 pengikut lainnya.