eBook Doa dan Dzikir Ketika Bersuci

Nama eBook: Doa dan Dzikir Seputar Thaharah

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Kami memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya, kerena dengan nikmat yang dikaruniakan-Nya, kami dapat meng-compile eBook Doa dan Dzikir Seputar Thaharah yang kami himpun dari tulisan para ulama dan ustadz, yang isi eBook ini adalah:

A.  Do’a Masuk dan Keluar WC :

  1. Doa Masuk WC
  2. Doa Keluar WC
  3. Syarah Doa Masuk WC
  4. Syarah Doa Keluar WC
  5. Berlindung dari setan saat masuk kamar kecil
  6. Bacaan Keluar WC

B.  Doa dan Dzikir Wudhu :

  1. Bacaan Sebelum Wudhu
  2. Bacaan Setelah Wudhu
  3. Syarah Dzikir Sebelum Wudhu
  4. Syarah Dzikir Setelah Wudhu (1 s/d 3)
  5. Dzikir Pembuka 8 Pintu Surga

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Syarah: Doa Setelah Wudhu (3)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

” Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji kepada-Mu. Aku bersaksi, bahwa tiada Ilah Yang hak disembah selain Engkau. Aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”[1]

Shahabat yang merawikan hadits ini adalah Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ‘Mahasuci Engkau ya, aku memuji kepada-Mu‘, سُبْحَانَ ‘Mahasuci‘ adalah ism yang diposisikan pada fungsi mashdar, yaitu التَّسْبِيْحُ .Dia manshub adalah karena kata kerja yang disembunyikan, aslinya adalah, أُسَبِّحُكَ تَسْبِيْحَا ‘aku sucikan engkau dengan sesuci-sucinya.” Dengan kata lain, aku jauhkan Engkau dari segala keburukan dan kekurangan. Dikatakan pula, aslinya adalah أُسَبِّحُكَ تَسْبِيْحَا مُقْتَرِنًا بِحَمْدِكَ ‘ aku sucikan Engkau dengan sesuci-sucinya yang dibarengi dengan pujian untuk Anda’.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah: Doa Setelah Wudhu (2)

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci “[1]

Shahabat yang merawikan hadits ini adalah Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan التَّوَّابِيْنَ ‘orang-orang yang bertaubat‘ adalah bentuk jamak dari kata تَوَّابٌ, ‘banyak bertaubat‘ dan kata ini termasuk sifat mubalaghah (berfungsi untuk menunjukkan banyak). Taubat adalah kembali dari maksiat kepada Allah Ta’ala menuju ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Para ulama berkata, “Taubat dari segala macam dosa adalah wajib. Jika kemaksiatan antara hamba dan Allah Ta’ala tiada sangkut-pautnya dengan hak manusia, maka taubatnya harus dengan tiga macam syarat: (1) hendaknya melepas dari kemaksiatan, (2) harus menyesali apa-apa yang telah dia perbuat, dan (3) berkemauan keras untuk tidak kembali melakukannya.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah: Doa Setelah Wudhu (1)

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Aku bersaksi, bahwa tiada Tukan Yang hak, kecuali Allah, Yang Maha Esa, dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya …..”[1]

Shababat yang meriwayatkan hadits ini adalah Uqbah bin Amir Al-Juhani Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan أَشْهَدُ ‘aku bersaksi‘, dengan kata lain, aku berketetapan dengan hatiku dan ucapan lisanku; karena persaksian adalah ucapan dan pengutaraan berkenaan dengan apa-apa yang ada dalam hati.

Aslinya, yakni persaksian adalah dari شُهُوْدُ الشَّيْءِ ‘menyaksikan sesuatu‘, dengan kata lain, keberadaannya dan rnelihatnya. Sehingga orang yang menyampaikan kabar tentang apa-apa yang ada dalam hatinya dengan ucapan lisan itu, seakan-akan menyaksikan perkara itu dengan mata kepalanya sendiri.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah: Dzikir Sebelum Wudhu

بِسْمِ اللهِ

” Dengan nama Allah (aku berwudhu).”[1]

Perawi hadits ini adaiah Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dan selainnya.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ، وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

”Tidak sah shalat bagi orang yang tidak berwudhu. Tidak sah wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah di dalamnya”[2]

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah: Doa Keluar WC

Yakni do’a setelah keluar dari toilet.

غُفْرَانَكَ

“Aku   minta   ampun   kepada-Mu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah bintu Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anha wa Anhu.

Ungkapan غُفْرَانَكَ dengan kata lain ‘aku minta ampun kepada-Mu’.

Dikatakan, berkenaan dengan membaca do’a ini setelah beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar adalah karena kekuatan manusiawi sangat terbatas untuk memenuhi keharusan bersyukur atas apa-apa yang dianugerahkan Allah Ta’ala dengan memudahkan memakan makanan dan minuman serta menyusun makanan dengan pola yang sangat sesuai demi kemaslahatan badan hingga sampai waktunya untuk keluar. Maka, orang harus kembali kepada istighfar dan pengakuan akan keterbatasan untuk sampai kepada pemenuhan hak makanan itu. Wallahu A’lam.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 120-121 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Ditakhrij Ashhabussunan; At-Tirmidzi, no. 7; Abu Dawud, no. 30; Ibnu Majah, no. 300, kecuali An-Nasa’i yang mentakhrijnya dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, no. 79. Lihat pula takhrij Zaad Al-Ma’ad (2/386).

Syarah: Doa Masuk WC

Ungkapan خَلاَء ‘toilet (WC)’ adalah tempat buang hajat. Asalnya, adalah ‘tempat kosong’. Lalu digunakan untuk arti tempat yang khusus disediakan untuk buang hajat.

بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Dengan nama Allah. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan perempuan.”[1]

Perawi  hadits ini adalah shahabat Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu.

Dalam salah satu riwayat Al-Bukhari: تُبْلِي  ‘Jika seseorang hendak masuk‘ artinya bahwa mengucapkan do’a ini adalah sebelum masuk dan bukan setelahnya.

Ungkapan اَللَّهُمَّ ‘Ya Allah’ aslinya: يَا الله ‘Ya Allah’ Huruf miim bertasydid di bagian akhir kata sebagai pengganti huruf ya.

Baca pos ini lebih lanjut