Syarah Doa Kaffaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan Yang berhak disembah, kecuali Engkau. Aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah dan lain-lain Radhiyallahu Anhum.

Di dalamnya disebutkan sabdanya Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai berikut.

مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ… إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ

“Barangsiapa duduk dalam suatu majelis, dan banyak suara kegaduhan di dalamnya, sehingga dia sebelum berdiri dan majelisnya itu mengucapkan … tiada lain diampuni Allah semua apa yang terjadi dalam majelisnya itu.”

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Bacaan Dalam Majelis

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ يُعَدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةُ مَرَّةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَقُومَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ

“Dari ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, dia berkata, ‘Terhitung seratus kali dalam satu majelis sebelum berdiri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengucapkan,

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ

‘Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Pengampun.’”[1]

Ungkapan وَتُبْ عَلَيَّ ‘terimalah taubatku’, dengan kata lain, kembalilah kepadaku dengan membawa rahmat atau berilah kami taufik untuk bertaubat atau terimalah taubatku.

Lihat pembahasan tentang taubat dan istighfar pada hadits no. 14 [Syarah Doa Setelah Wudhu’] dan no. 97 [Syarah Dzikir Pagi Petang, InsyaAllah akan diposting].

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 475-476.


[1]    HR. At-Tirmidzi, no. 3432 dan selainnya. Lihat Shahih At-Tirmidzi, (3/153); Shahih Ibnu Majah, (2/321), dan lafazhnya adalah dari At-Tirmidzi.

800×600

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

E-Book Doa dan Dzikir Seputar Pakaian

Kita bersyukur dan memuji Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, istri, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang dijanjikan, amma ba’du:

Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang tidak menyisakan sesuatupun melainkan telah dijelaskan kepada munusia untuk menjalankannya, termasuk dalam memakai dan menanggalkan pakaian, berikut doa dan dzikir seputar pakaian:

1. Doa Ketika Mengenakan Pakaian

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki daripada-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku”.

2. Doa Ketika Mengenakan Pakaian Baru

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Baca tulisan ini lebih lanjut

e-Book Doa dan Dzikir Seputar Makan-Minum

Alhamdulillah,  shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat, amma ba’du:

Seperti yang sering disampaikan, sesungguhnya agama Islam adalah agama yang sempurna dalam berbagai sisi kehidupan dan menunjuki umatnya untuk mencapai ridho Allah azza wa jalla, termasuk doa dalam urusan makan dan minum – dalam eBook akan ditampilkan doa dan dzikir seputar makan dan penjelasannya- adapun dilam ini kami tampilkan bacaan doanya saja sebagai berikut:

1. DOA SEBELUM MAKAN

“Jika salah seorang dari kalian makan makanan hendaknya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ

dengan nama Allah‘,

Sedangkan jika lupa di permulaan makan hendaknya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

dengan nama Allah di awal dan diakhirnya.‘”

“Barangsiapa yang diberi rezeki Allah berupa makanan, hendaklah membaca:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ

‘Ya Allah, berilah kami berkah di dalamnya dan berilah makanan yang lebih baik darinya‘,

Dan barangsiapa diberi rezeki berupa minuman susu, hendaklah membaca:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

Ya Allah, berilah kami berkah di dalamnya dan tambahkanlah kepada kami (berkah) darinya.‘”

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa Masuk Pasar

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

“Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini Dinar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu.

Dalam hadits itu adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ…، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

“Barangsiapa masuk ke dalam pasar dengan mengucapkan … maka, Allah catat baginya beribu-ribu kebaikan, di-hapuskan darinya beribu-ribu keburukan dan diangkat baginya beribu-ribu derajat.”

Ungkapan مَنْ دَخَلَ السُّوقَ ‘barangsiapa masuk ke dalam pasar’, yakni pasar mana pun juga.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa Sesudah Makan (2)

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، غَيْرَ [مُكْفِيٍّ وَلاَ] مُوَدَّعٍ، وَلاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا

“Segala puji bagi Allah (aku memuji-Nya) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah, yang senantiasa dibutuhkan, tidak bisa ditinggalkan, dan diperlukan, ya Tuhan kami.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Umamah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan طَيِّبًا ‘bagus‘, dengan kata lain, murni dan bagus.

Ungkapan غَيْرَ مُكْفِيٍّ ‘yang senantiasa dibutuhkan’, dari kata كِفَايَة ‘diperlukan‘, dengan kata lain, tidak akan habis.

Ungkapan وَلاَ مُوَدَّعٍ ‘dan tidak bisa ditinggalkan’, dengan kata lain, tidak dibiarkan dan sangat dibutuhkan.

Ungkapan رَبَّنَا, ‘Tuhan kami‘, dengan kata lain, wahai Rabb kami.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 444-445 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Al-Bukhari, (6/214), no. 5458; dan At-Tirmidzi dengan lafazhnya, (5/507) no.3456.

Syarah Doa Sesudah Makan (1)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هَذَا، وَرَزَقَنِيْهِ، مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang memberi makanan ini kepadaku dan yang memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ ‘dengan tanpa daya’, atau kekuatan. Ini adalan pengakuan adanya kelemahan dan keterbatasan serta ketidakmampuan untuk mendapatkan makanan itu. Akan tetapi, makanan seperti itu adalah dari karunia Allah dan Dia merezekikannya kepada para hamba-Mya. Dan Allah Maha Memiliki karunia yang agung.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 444 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Ditakhrij Ashhabussunan, kccuali An-Nasa’i. Abu Dawud, no. 4023; dan At-Tirmidzi, no. 3458; Ibnu Majah, no. 3285. Lihat Shahih At-Tirmidzi, (3/159).

Syarah Doa Sebelum Makan (2)

مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

“Barangsiapa yang diberi rezeki Allah berupa makanan, hendaklah membaca:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ

‘Ya Allah, berilah kami berkah di dalamnya dan berilah makanan yang lebih baik darinya‘,

Dan barangsiapa diberi rezeki berupa minuman susu, hendaklah membaca:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

Ya Allah, berilah kami berkah di dalamnya dan tambahkanlah kepada kami (berkah) darinya.‘”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Seutuhnya hadits ini adalah ungkapan Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma:

دَخَلْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَخَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ عَلَى مَيْمُونَةَ فَجَاءَتْنَا بِإِنَاءٍ فِيهِ لَبَنٌ فَشَرِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عَلَى يَمِينِهِ وَخَالِدٌ عَلَى شِمَالِهِ فَقَالَ لِي الشَّرْبَةُ لَكَ فَإِنْ شِئْتَ آثَرْتَ بِهَا خَالِدًا فَقُلْتُ مَا كُنْتُ أُوثِرُ عَلَى سُؤْرِكَ أَحَدًا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa Sebelum Makan (1)

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Jika salah seorang dari kalian makan makanan hendaknya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ

dengan nama Allah‘,

Sedangkan jika lupa di permulaan makan hendaknya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

dengan nama Allah di awal dan diakhirnya.‘”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai berikut:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهَ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

Baca tulisan ini lebih lanjut

Amalan yang Dilakukan Pada Hari Jum’at

1. Tidak boleh mengkhususkan malam Jum’at dari malam-malam yang lain dengan ibadah tertentu dan tidak boleh mengkhususkan hari jum’at dengan puasa tertentu, kecuali yang biasa seseorang berpuasa (jatuh pada hari Jum’at).[1]

2. Tidak boleh mengkhususkan bacaan dzikir, do’a dan membaca surat-surat tertentu pada malam dan hari Jum’at[2] kecuali yang disyari’atkan.

3. Amal-amal yang disyan’atkan dan di-sunnahkan pada hari Jum’at, adalah:

a. Memperbanyak bacaan shalawat kepada Nabi[3] صلي الله عليه وسلم

b. Membaca surat al-Kahfi.

Dari Abu Sa’id al-Khudri رضي الله عنه, Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةُ الْكَهْفِ يَوْمَ الْـجُمُعَةِ أَضَاءَلَهُ مِنَ النُّورِ مَابَيْنَ الْـجُمُعَتَيْنِ

“Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at akan diberikan cahaya baginya di antara dua Jum’at.”[4]

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.023 pengikut lainnya.