Syarah Istigfar dan Taubat (6)

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِيْ وَإِنِّيْ لأَسْتَغْفِرُ اللهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya hatiku terkadang lupa, dan sesungguhnya aku minta ampun kepada-Nya dalam sehari seratus kali.'”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Al-Agharr Al-Muzani Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan لَيُغَانُ ‘sungguh terkadang lupa‘. Ibnu Al-Atsir Rahimahullah berkata, لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِيْ artinya ‘sungguh hatiku terkadang lupa’. Sedangkan yang dimaksud di sini adalah lalai. Karena beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu dalam keadaan yang terus bertambah kuantitas dzikir dan taqarub serta kontinuitas muraqabahnya. Jika tiba-tiba beliau lupa sebagian dari semua itu pada suatu waktu, maka beliau anggap hal itu suatu dosa bagi dirinya. Sehingga beliau segera bangkit untuk beristighfar.”[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 603.


[1]     Ditakhrij Muslim, (4/2075), no. 2702. Lihat Jami’ Al-Ushul, (4/386).

Syarah Istigfar dan Taubat (5)

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Dan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,  ‘Seorang hamba berada dalam keadaan yang paling dekat dengan Tuhannya adalah di saat sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah oleh kalian do’a’.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan أَقْرَبُ ‘paling dekat‘. Sebagian para ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa sujud lebih utama daripada berdiri. Imam Ahmad Rahimahullah berkata, “Sesungguhnya dengan jumlahnya yang banyak lebih utama daripada lamanya berdiri, demikian yang benar.” Menurut madzhab Abu Hanifah Rahimahullah bahwa lamanya berdiri lebih utama daripada banyaknya jumlah ruku’ dan sujud. Demikian juga dikatakan Asy-Syafi’i. Hal itu karena sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُوْلُ الْقُنُوْتِ

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Istigfar dan Taubat (4)

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الرَّبُّ مِنَ الْعَبْدِ فِيْ جَوْفِ اللَّيْلِ اْلآخِرِ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُوْنَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللهَ فِيْ تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

“Dan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Keadaan yang paling dekat antara Tuhan dan hamba-Nya adalah di tengah malam yang terakhir. Apabila kamu mampu tergolong orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu, lakukanlah.'”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits adalah Amr bin Abasah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الرَّبُّ مِنَ الْعَبْدِ ‘saat Rabb paling dekat dengan hamba-Nya‘. Hikmah dalam dekatnya Rabb dari seorang hamba di waktu seperti itu adalah karena waktu seperti itu adalah waktu untuk menyeru Rabb. Apakah engkau tidak melihat hadits lain, Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Istigfar dan Taubat (3)

Dan Rasulullah Shallailahu Alaihi wa Sallam bersabda,

وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْـحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، غَفَرَ اللهُ لَهُ وَإِنْ كَانَ فَرَّ مِنَ الزَّحْفِ

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang membaca: ‘Aku minta ampun kepada Allah Yang Mahatinggi, tiada Tuhan Yang berhak disembah, kecuali Dia, Yang hidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya, aku bertaubat kepada-Nya, maka Allah mengampuni dosa-dosanya. Sekalipun dia pernah melarikan diri dari medan perang”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Zaid bin Baula (Ayah Yasar, budak Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam).

Ungkapan فَرَّ مِنَ الزَّحْفِ ‘sekalipun dia melarikan diri dari medan pertempuran’. Ath-Thibiy Rahimahullah berkata, الزَّحْف adalah pasukan tentara yang sangat banyak yang terlihat seakan-akan melarikan diri karena banyaknya.”

Al-Muzhaffar Rahimahullah berkata, “Itu adalah perkumpulan pasukan tentara di hadapan pasukan lawan”, dengan kata lain, dari peperangan melawan orang-orang kafir di mana tidak boleh melarikan diri.”[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 599-600.


[1]  Ditakhrij Abu Dawud, (2/85), no. 1517; At-Tirmidzi, (5/569), no. 3577; dan Al-Hakim dan dia menyahihkannya yang disepakati Adz-Dzahabi (1/511). Juga dishahihkan Al-Albani. Lihat Shahih At-Tirmidzi, (3/182); dan Jami’ Al-Ushul li Ahadits Ar-Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam, (4/389-390) dengan tahqiq oleh Al-Arnauth.

Syarah Istigfar dan Taubat (1 dan 2)

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَاللهِ إِنِّيْ لأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرُ مِنْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Demi Allah, sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dan tujuh puluh kali.'”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, “Aku tidak melihat orang banyak melakukan istighfar daripada yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.”

Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Berzikir Ketika Terjaga di Malam Hari

Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْـحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي -أَوْ دَعَا- اسْتُجِيبَ لَهُ فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُ

 “Barangsiapa yang terjaga di malam hari, kemudian dia membaca:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْـحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الْـحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

‘Segala puji bagi Allah Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah, maha suci Allah, tiada sembahan yang benar kecuali Allah, Allah maha besar, serta tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah’, kemudian dia mengucapkan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

‘Ya Allah, ampunilah (dosa-dosa)ku’, atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya”.[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Dzikir Ketika Keluar Rumah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: “بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ” قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ

“Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir):

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

‘Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya’,

maka malaikat akan berkata kepadanya: ‘(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)’, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: ‘Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?’”.[1]

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang mengucapkan zikir ini ketika keluar rumah, dan bahwa ini merupakan sebab dia diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga oleh Allah Ta’ala.[2]

Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.130 pengikut lainnya.