E-Book Doa dan Dzikir Seputar Pakaian

Kita bersyukur dan memuji Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, istri, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang dijanjikan, amma ba’du:

Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang tidak menyisakan sesuatupun melainkan telah dijelaskan kepada munusia untuk menjalankannya, termasuk dalam memakai dan menanggalkan pakaian, berikut doa dan dzikir seputar pakaian:

1. Doa Ketika Mengenakan Pakaian

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki daripada-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku”.

2. Doa Ketika Mengenakan Pakaian Baru

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Menanggalkan Pakaian

بِسْمِ اللهِ

” Dengan nama Allah.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Ali bin Abu Thalib dan Anas bin Malik Radhiyallahu Anhuma.

Hadits ini seutuhnya adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا وَضَعَ أَحَدُهُمْ ثَوْبَهُ أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ

“Penutup antara mata jin dan aurat anak Adam adalah jika salah seorang dari mereka menanggalkan pakaiannya hendaknya mengucapkan: بِسْمِ اللَّهِ ‘Dengan nama Allah‘”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah: Doa Bagi Orang yang Mengenakan Pakaian Baru (2)

اِلْبَسْ جَدِيْدًا، وَعِشْ حَمِيْدًا، وَمُتْ شَهِيْدًا

“Berpakaian yang baru, hiduplah dengan terpuji, dan matilah dalam keadaan syahid.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan اِلْبَسْ جَدِيْدًا  ‘berpakaian yang baru’ adalah bentuk perintah, namun yang dimaksudkan dengan ungkapan itu sebagai do’a: kiranya Allah Ta’ala menganuge-rahkan pakaian baru. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengucapkan do’a yang demikian ketika meiihat umar yang mengenakan baju putih. Maka, beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya,

ثَوْبُكَ هَذَا غَسِيلٌ أَمْ جَدِيدٌ فَقَالَ: لَا، بَلْ غَسِيلٌ قَالَ صلى الله عليه وسلم: الْبَسْ جَدِيدًا

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah: Doa Bagi Orang yang Mengenakan Pakaian Baru (1)

تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللهُ تَعَالَى

“Kenakanlah sampai lusuh, semoga Allah Ta’ala memberikan gantinya kepadamu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan تُبْلِي berasal dari kata: الْإِبْلاَءُ dengan kata lain ‘lusuh’ yang dimaksud adalah mengenakan pakaian itu hingga lusuh dan menjadi gombal.

Ungkapan وَيُخْلِفُ اللهُ تَعَالَى ‘Allah Ta’ala memberikan gantinya’ dengan kata lain, pakaian yang rusak itu diganti dengan yang lebih baik.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Ditakhrij Abu Dawud, (4/41), no. 4020. Dan lihat Shahih Abu Dawud (2/760).

Syarah: Doa Mengenakan Pakaian Baru

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

” Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang dia diciptakan karenanya. Aku berlindung ke pada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang dia diciptakan karenanya..”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Sa’id Al-Khudri dan Said bin Malik Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ ‘aku mohon ke-pada-Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang dia diciptakan karenanya ‘, dengan kata lain, kebaikan pakaian, yaitu awet dan bersihnya dan dikenakan karena darurat dan kebutuhan. Kebaikan yang karenanya dibuat pakaian itu adalah hal-hal penting yang karenanya pakaian dibuat karena panas, dingin, atau untuk menutup aurat.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah: Doa Mengenakan Pakaian

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ)، وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki daripada-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Mu’adz bin Anas Al-Anshari Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ sebagai rezeki daripada-Nya tanpa daya dariku ‘, dengan kata lain, dengan tanpa gerak dan alasan dariku.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Ditakhrij Ahlussunan, kecuali An-Nasa’i. Abu Dawud, no. 4023, dengan lafazh darinya. At-Tirmidzi, no. 2458; Ibnu Majah, no. 3285. Lihat Irwa’ Al-Ghalil, (4/47)

Doa Ketika Melepaskan Pakaian

بِسْمِ اللهِ

“Dengan nama Allah (aku meletakkan baju)”

HR. At-Tirmidzi 2/505 dan Imam yang lain. Lihat Irwa’ul Ghalil, 49 dan Shahihul Jami’ 3/203
Sumber:
Hisnul Muslim, Syaikh Said bin Ali al-Qahthani