Syarah Keutamaan Dzikir (9)

Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallarn juga bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُوْلُ: {الـم} حَرْفٌ؛ وَلَـكِنْ: أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلاَمٌ حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya dengan membaca satu huruf satu kebaikan. Dan satu kebaikan dengan (sepuluh kali) lipat darinya. Aku tidak mengatakan, ”  الـم adalah satu huruf, tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.”[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan مَنْ قَرَأَ حَرْفًا ‘barangsiapa membaca satu huruf’, dengan kata lain, huruf apa pun juga.

مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا ‘dari Kitabullah, maka baginya dengan membaca satu huruf satu kebaikan. Dan satu kebaikan dengan (sepuluh kali) lipat darinya’, dengan kata lain, dilipatgandakan (sepuluh kali).

Ungkapan, لاَ أَقُوْلُ: {الـم} حَرْفٌ ‘aku tidak mengatakan الـم adalah satu huruf’, ini adalah penegas dan penjelas bahwa setiap huruf dari sisi Allah Ta’ala memberikan pahala dengan membacanya. Bahkan tidak bisa orang menyangka bahwa الـم adalah satu huruf, tetapi أَلِفٌ حَرْفٌ ‘alif adalah satu huruf’ dan dengan membacanya orang mendapatkan sepuluh kebaikan. وَلاَمٌ حَرْفٌ ‘laam satu huruf’ dan dengan membacanya orang mendapatkan sepuluh kebaikan. Kemudian وَمِيْمٌ حَرْفٌ ‘miim satu huruf’ dan dengan membacanya orang mendapatkan sepuluh kebaikan.

Dalam hal ini, perintah untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an dan dzikir yang agung yang akan mendatangkan pahala berlipat ganda.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 72-73.


[1]     At-Tirmidzi, (5/175), no. 2910. Dan lihat Shahih At-Tirmidzi, (3/9) dan Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, (5/340), no. 6469.

Syarah Doa Orang yang Bersin

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُل: اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوْهُ أَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكُ اللهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ فَلْيَقُلْ: يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Jika salah seorang di antara kalian bersin hendaknya dia mengucapkan : اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ ‘Segala puji hanya bagi Allah‘. Sedangkan saudara atau sahabatnya hendaknya mengucapkan kepadanya: يَرْحَمُكُ اللهُ ‘Semoga Allah merahmatimu‘. Jika dia mengatakan kepadanya: يَرْحَمُكُ اللهُ ‘Semoga Allah merahmatimu‘, maka dia harus mengucapkan يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ‘Semoga Allah memberimu petunjuk dan membaguskan kondisimu’.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوْهُ أَوْ صَاحِبُهُ ‘sedangkan saudara atau sahabatnya hendaknya mengucapkan’. Terdapat suatu keraguan dari perawi.

Ungkapan يَرْحَمُكُ اللهُ ‘semoga Allah merahmatimu‘. Ini bisa berkemungkinan sebagai do’a memohon rahmat, dan bisa juga sebagai informasi yang menyenangkan orang, dengan kata lain, itu adalah rahmat untukmu.

Baca pos ini lebih lanjut