Berlindung dari Orang-orang Zhalim

رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu” (QS. Al-Qashash[28]: 21)

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu” (QS. al-A’raaf[7]: 47)

رَبِّ انصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ

“Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu” (QS. al-‘Ankabuut[29]: 30)

Berlindung dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمًا لاَ يَنْفَعُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.”

HR. Ibnu Majah no. 3843 dari Jabir رضي الله عنه. Lihat juga Shahiih Sunan Ibni Majah 11/327 no. 3100 dan lafazhnya:

سَلُوا اللهَ عِلْمًا نَافِعًا، وَتَعَوَّ ذُوْا بِاللهِ مِنْ عِلْمًا لاَ يَنْفَعُ

“Mohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat.”

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, do’a yang tidak didengar, jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal tersebut.”

HR. At-Tirmidzi no. 3482, an-Nasa-i VIII/254-255 dari ‘Abdullah bin ‘Amr رضي الله عنه. Abu Dawud no. 1548, dan selainnya dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 1297, Shahiih an-Nasa-i III/1113 no. 5053, dan Shahiih Sunan Abi Dawud no. 1384 cet. Gharras
Dikutip dari: Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas خفظه الله

Doa Berlindung dari Kesesatan

اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْ تُضِلَّنِي، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا يـَمُوتُ وَالْـجِنُّ وَالْإِنْسُ يـَمُوتُونَ

“Ya Allah, kepada-Mu-lah aku berserah diri, dan kepada-Mu-lah aku beriman, kepada-Mu-lah aku bertawakkal, kepada-Mu pula aku kembali (bertaubat) dan dengan (Nama)-Mu aku membela. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keperkasaan-Mu, tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi dengan benar melainkan Engkau, agar Engkau tidak menyesatkan diriku. Engkaulah yang Mahahidup yang tidak akan pernah mati, sedangkan jin dan manusia semuanya akan mati.”

HR. Al-Bukhari no. 7383 dan Muslim no. 2717 dari Ibnu ‘Abbas, Lafazh ini adalah lafazh Muslim.
Disalin dari: Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas خفظه الله

Berlindung dari Fitnah Dajjal

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Barang siapa menghafal sepuluh ayat dari permulaan surat Al Kahfi, maka terpelihara dari (fitnah) Dajjall.

HR. Muslim no.809, al-Baihaqi III/249 dan al-Hakim II/368

Begitu juga memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal setelah tasyahhud akhir dari setiap salam.

HR. al-Bukhari no. 1337 dan Muslim no.588
Lihat pula Berlindung dari 4 hal setelah Tasyahhud
Disalin dari: Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas خفظه الله

Berlindung Ketika Anjing Menggonggong

إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلَابِ وَنَهِيقَ الْحُمُرِ بِاللَّيْلِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَا لَا تَرَوْنَ

Jika kalian mendengar lolongan anjing dan ringkikan himar pada waktu malam maka mintalah perlindungan kepada Allah, sebab mereka melihat sesuatu yang kalian tidak melihatnya.

HR. Abu Dawud 4/327, Ahmad 3/306. Lihat Shahih Sunan Abi Dawud 3/961
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Berlindung Ketika Himar Meringkik

وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيْقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

Dan apabila engkau mendengar keledai meringkik, mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguan setan, sesungguhnya ia melihat setan.

HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 6/350, Muslim 4/2092

إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلَابِ وَنَهِيقَ الْحُمُرِ بِاللَّيْلِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَا لَا تَرَوْنَ

Jika kalian mendengar lolongan anjing dan ringkikan himar pada waktu malam maka mintalah perlindungan kepada Allah, sebab mereka melihat sesuatu yang kalian tidak melihatnya.

HR. Abu Dawud 4/327, Ahmad 3/306. Menurut pendapat Al-Albani, hadits ini shahih, dalam Shahih Abi Dawud 3/961
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Berlindung dari 4 Hal Setelah Tasyahhud

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejahatan fitnah Dajjal”.[1]

Keterangan:[2]

  1. Banyak ulama merajihkan wajibnya berlindung dari 4 hal ini, Syaikh al-Albani memberi sub judul ‘Kewajiban Memohon Perlindungan dari Empat Hal’ pada Kitab Beliau Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم.
  2. Syaikh al-Albani menyebutkan: Imam Muslim dan Abu Awanah meriwayatkan bahwa Nabi صلي الله عليه وسلم mengajarkan doa tersebut kepada sahabat-sahabatnya seperti halnya beliau mengajarkan suatu surah Al-Qur’an kepada meraka.

[1] HR. Muslim, Abu ‘Awanah, Nasa’i dan Ibnul Jarud dalam Al-Muntaqa (270). Baca Al-Irwa’ Hadits no. 350
[2]
www.doandzikir.wordpress.com

Sumber:
Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم  Ed. Revisi oleh Syaikh al-Albani, Terbitan Media Hidayah Thn 2000

Bacaan Terkait:
1. Pelajaran Lengkap Tentang Sholat
2. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم oleh Syaikh bin Baz
3. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم Bergambar oleh Syaikh ibn Jibrin

Berlindung Dari Syaitan

رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ. وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

“Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan, Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

QS. al-Mu’minuun[23]: 97-98

Doa Menghilangkan Gangguan Syaitan Ketika Shalat atau Membaca Al-Qur’an

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”, setelah itu meludah kecil kekiri tiga kali

‘Utsman bin Abil ‘Ash رضي الله عنها berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan menggangguku ketika aku sedang mengerjakan shalat dan mengganggu bacaanku. ‘Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: ‘Itu adalah syaitan yang bernama Khanzab/Khinzib. Jika engkau merasakan kedatangannya, maka berlindunglah kepada Allah dari gangguannya, dan meludah kecillah kekiri sebanyak tiga kali’. Setelah itu aku mengamalkannya. Maka Allah menjauhkan gangguan itu dariku” HR. Muslim no. 2203
Sumber:
Kumpulan Do’a dari Al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Doa Berlindung dari Kesesatan

اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْ تُضِلَّنِي أَنْتَ الْـحَيُّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَالْـجِنُّ وَالْإِنْسُ يَـمُوتُونَ

“Ya Allah, kepada-Mu-lah aku berserah diri dan kepada-Mu-lah aku beriman, kepada-Mu-lah aku bertawakal, kepada-Mu pula aku kembali, dan denan (nama)-Mu aku membela. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung denan keperkasaan-Mu tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Engkau, agar Engkau tidak menyesatkan diriku. Engkaulah yang Mahahidup yang tidak akan pernah mati, sedangkan jin dan manusia semuanya akan mati.”[1]


[1] HR. Bukhari dan Muslim

Sumber:
Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas