Syarah Dzikir Setelah Salam (8)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً (بَعْدَ السَّلاَمِ مِنْ صَلاَةِ الْفَجْرِ)

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.” (Diucapkan setelah salam khusus shalat shubuh).[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Ummu Salamah Radhiyallahu Anha.

Ungkapan عِلْمًا نَافِعًا ‘ilmu yang bermanfaat‘, dengan kata lain, aku ambil manfaatnya dan untuk memberikan manfaat kepada orang lain selain diriku.

Ungkapan وَرِزْقًا طَيِّبًا ‘rezeki yang baik‘, dengan kata lain, halal.

Ungkapan وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً ‘dan amal yang diterima‘ di sisi-Mu sehingga Engkau memberiku pahala dan balasan atas semua itu sebagai pahala yang baik.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 235-236.


[1]     Ibnu Majah, no. 925; dan selainnya.  Lihat Shahih Ibnu Majah, (1/152) dan Majma’ Az-Zawaid (10/111) dan akan datang, no. 95.

 

Iklan

Doa Musafir Menjelang Subuh

سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللهِ، وَحُسْنِ بَلاَئِهِ عَلَيْنَا. رَبَّنَا صَاحِبْنَا، وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا عَائِذًا بِاللهِ مِنَ النَّارِ

“Semoga ada yang memperdengarkan puji kami kepada Allah (atas nikmat) dan cobaan-Nya yang baik bagi kami. Wahai Tuhan kami, temanilah kami (peliharalah kami) dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api Neraka.” (HR. Muslim)

Sumber:
Hisnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani