Syarah Doa Sebelum Berjima’ Dengan Istri

بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari apa-apa yang telah Engkau rezekikan kepada kami.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Hikmahnya adalah bahwa syetan memiliki kesempatan bersama-sama dalam urusan harta dan anak-anak. Sehingga seseorang harus berdo’a kepada Allah Ta’ala ketika melakukan jima’ sehingga selamat dari kejahatannya.

Ungkapan جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ‘jauhkanlah kami dari syetan’, dengan kata lain, jauhkan dia dari kami.

Ungkapan وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا ‘jauhkanlah syetan dari apa-apa yang telah Engkau rezekikan kepada kami’, dengan kata lain, jauhkanlah dia dari apa-apa yang telah Engkau rezekikan kepada kami.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 470.

Baca pula:
Berdzikirlah Sebelum Hubungan Intim


[1]    Al-Bukhari, (6/141), no. 3271; dan Muslim, (2/1028), no. 1434.

Dapatkah Doa Merubah Takdir

Soal:

Assalamu’alaikum Warohmatulloh. Apakah benar bahwa takdir bisa dirubah dengan do’a, mohon penjelasannya. (Rohmat Arif-Lamongan)

Jawab:

Wa’alaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh. Benar, takdir bisa dirubah dengan do’a, sebagaimana sabda Rosululloh صلي الله عليه وسلم:

لاَ يَرُدُّ القَدَرَ إِلاَّ الدُّعَاءُ

“Tidak ada yang dapat mencegah takdir kecuali do’a.” (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrok: 1/493, dari hadits Tsauban, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shohih at-Targhib wat-Tarhib: 2/129)

Baca pos ini lebih lanjut