eBook Doa dan Dzikir Ketika Bersuci

Nama eBook: Doa dan Dzikir Seputar Thaharah

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

Kami memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya, kerena dengan nikmat yang dikaruniakan-Nya, kami dapat meng-compile eBook Doa dan Dzikir Seputar Thaharah yang kami himpun dari tulisan para ulama dan ustadz, yang isi eBook ini adalah:

A.  Do’a Masuk dan Keluar WC :

  1. Doa Masuk WC
  2. Doa Keluar WC
  3. Syarah Doa Masuk WC
  4. Syarah Doa Keluar WC
  5. Berlindung dari setan saat masuk kamar kecil
  6. Bacaan Keluar WC

B.  Doa dan Dzikir Wudhu :

  1. Bacaan Sebelum Wudhu
  2. Bacaan Setelah Wudhu
  3. Syarah Dzikir Sebelum Wudhu
  4. Syarah Dzikir Setelah Wudhu (1 s/d 3)
  5. Dzikir Pembuka 8 Pintu Surga

Download:
Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Iklan

Keutamaan Dzikir Ketika Keluar Rumah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: “بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ” قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ

“Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir):

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

‘Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya’,

maka malaikat akan berkata kepadanya: ‘(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)’, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: ‘Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?’”.[1]

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang mengucapkan zikir ini ketika keluar rumah, dan bahwa ini merupakan sebab dia diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga oleh Allah Ta’ala.[2]

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah: Dzikir Keluar Rumah (2)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

” Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (syetan atau orang yang berwatak syetan), berbuat kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya (orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi.”[1]

Shahabat wanita yang merawikan hadits adalah Ummu Salamah, Hindun bintu Abi Umayyah Al-Makhzumiah Radhiyallahu Anha istri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ungkapan أَنْ أَضِلَّ ‘aku sesat‘, dengan kata lain, aku sesat dalam diriku sendiri. Kesesatan yang merupakan kebalikan petunjuk. Asalnya, “sesuatu sesat” adalah jika sesuatu itu hilang, sesat dari jalan jika ia bingung.

Ungkapan أَوْ أُضَلَّ ‘atau disesatkan‘, dengan kata lain, orang lain menyesatkanku.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah: Dzikir Keluar Rumah (1)

بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

“Dengan nama Allah. Aku bertawakal kepada-Nya, dan tiada daya dan kekuatan, kecuali karena pertolongan Allah.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu.

Pada  bagian akhir  hadits  disebutkan  sabda  beliau Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

يُقَالُ لَهُ: كُفِيتَ وَوُقِيتَ وَهُدِيْتَ، وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيَاطَينُ، فَيَقُولُ لَهُ لِشَيْطَانٍ آخَرَ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟

“Dikatakan kepadanya, ‘Engkau telah dicukupkan, dijaga, dan diberi petunjuk.’ Maka, syetan menjauk darinya. Maka, dikatakan kepada syetan yang lain, ‘Bagaimana engkau dengan orang yang telah diberi petunjuk, telah dicukupkan dan telah dijaga?.”

Ungkapan بِسْمِ اللهِ ‘dengan nama Allah‘, dengan kata lain, dengan nama Allah aku berangkat.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah: Doa Keluar WC

Yakni do’a setelah keluar dari toilet.

غُفْرَانَكَ

“Aku   minta   ampun   kepada-Mu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah bintu Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anha wa Anhu.

Ungkapan غُفْرَانَكَ dengan kata lain ‘aku minta ampun kepada-Mu’.

Dikatakan, berkenaan dengan membaca do’a ini setelah beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar adalah karena kekuatan manusiawi sangat terbatas untuk memenuhi keharusan bersyukur atas apa-apa yang dianugerahkan Allah Ta’ala dengan memudahkan memakan makanan dan minuman serta menyusun makanan dengan pola yang sangat sesuai demi kemaslahatan badan hingga sampai waktunya untuk keluar. Maka, orang harus kembali kepada istighfar dan pengakuan akan keterbatasan untuk sampai kepada pemenuhan hak makanan itu. Wallahu A’lam.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 120-121 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Ditakhrij Ashhabussunan; At-Tirmidzi, no. 7; Abu Dawud, no. 30; Ibnu Majah, no. 300, kecuali An-Nasa’i yang mentakhrijnya dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, no. 79. Lihat pula takhrij Zaad Al-Ma’ad (2/386).

Dzikir Keluar WC

Di antara bacaan keluar dari WC adalah alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘aafaani. Doa ini terdapat dalam hadits Nabi namun hadits tersebut kualitasnya dhaif alias lemah.

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِىُّ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ عَنِ الْحَسَنِ وَقَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا خَرَجَ مِنَ الْخَلاَءِ قَالَ  الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَذْهَبَ عَنِّى الأَذَى وَعَافَانِى

Dari Anas bin Malik, “Biasanya jika Nabi keluar dari tempat buang air beliau mengucapkan “alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘aafaani” yang artinya “segala puji milik Allah zat yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan menyehatkanku” (HR Ibnu Majah no 301. Dalam Zawaid, al Bushiri mengatakan, “Dia –yaitu Ismail bin Muslim- itu disepakati oleh para pakar hadits sebagai perawi yang lemah. Hadits dengan redaksi ini adalah hadits yang tidak sahih”. Hadits ini juga dinilai lemah oleh al Albani).

Meski demikian, mengamalkan bacaan di atas tidaklah terlarang karena seorang sahabat Nabi yaitu Abu Dzarr biasa membaca bacaan di atas ketika keluar dari WC.

حدثنا عبدة بن سليمان ووكيع عن سفيان عن منصور عن أبي علي أن أبا ذر كان يقول إذا خرج من الخلاء الحمد لله الذي أذهب عنى الأذى وعافاني

Dari Abu ‘Ali, “Sesungguhnya Abu Dzarr jika keluar dari tempat buang hajat biasa mengucapkan kalimat “alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘aafaani” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf no 10).

قال فضيلة الشيخ علي الحلبي: لكن ورد نحوه عن أبي ذر موقوفا بسند صحيح

Riwayat di atas dikomentari oleh Syaikh Ali al Halabi, “Akan tetapi terdapat riwayat yang semisal dengan hadits marfu’ di atas dari Abu Dzar secara mauquf dengan sanad yang sahih” (Rekaman kajian kitab Manhaj as Salikin karya Syaikh Abdurrahman as Sa’di oleh Syaikh Ali al Halabi).

Dengan demikian, tidak boleh memberikan vonis bid’ah untuk ucapan “alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘aafaani” ketika keluar dari WC, toilet atau semisalnya. Siapa saja yang mengamalkan bacaan di atas tidak boleh diingkari atau disalahkan karena orang tersebut telah meneladani seorang sahabat Nabi.

Artikel www.ustadzaris.com dimuat ulang di Blog Doa dan Dzikir

Baca pula:
Doa keluar WC
Doa Masuk WC
Berlindung dari Syaitan ketika Masuk Kamar Kecil

Syarah: Doa Keluar Masjid

بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan syetan yang terkutuk.”[1]

Basmalah dan shalawat dari hadits Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu. Salam dan permohonan karunia dari hadits Abu Humaid dan Abu Usaid. Permohonan pemeliharaan dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhum.

Ath-Thibi Rahimahullah berkata, “Kiranya rahasia pengkhususan rahmat ketika masuk dan karunia ketika keluar adaiah bahwa orang yang masuk akan sibuk dengan apa-apa yang akan menyampaikannya kepada pahala dan surga-Nya, maka sangat sesuai penyebutan rahmat. Jika keluar, maka dia akan sibuk dengan upaya mencari rezeki yang halal sehingga sangat layak dengan menyebutkan karunia, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Keluar WC

غُفْرَانَكَ

“Aku memohon ampunan kepada-Mu”.

HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai yang meriwayatkan dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah, lihat Takhrij Zaadul Ma’aad 2/387
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Doa Keluar Rumah

Diriwayatkan dari Anas bin Malik رضي الله عنه ia berkata, bahwa Rasulullah صلي الله عليه وسلم pernah bersabda: “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

“Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada upaya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah”

Maka dikatakan kepadanya saat itu:

كُفِيْتَ وَوُقِيْتَ وَهُدِيْتَ وَتُنْحَى عَنْهُ الشَّيْطَانُ. وَقَالَ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ

“Engkau telah tercukupi, telah terjaga dan mendapatkan petunjuk. Kemudian syaitan berpaling dan berkata kepada yang lain:”Bagaimana kamu dapat menggoda dia, sedangkan dia telah mendapatkan petunjuk, tercukupi dan terjaga?” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Tirmidzi dengan sanad hasan)

Baca pos ini lebih lanjut