Syarah Ucapan Bila Orang Kafir Memuji Allah Ketika Bersin

يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Semoga Allah memberi hidayah kepadamu dan memperbaiki kondisimu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu Anhu.

Di dalamnya terdapat ucapan Abu Musa Radhiyallahu Anhu,

كَانَتِ الْيَهُوْدُ تَعَاطَسَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَاءً أَنْ يَقُوْلَ لَهَا: يَرْحَمُكَ اللهُ، فَكَانَ يَقُوْلُ: ….

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Orang Mukim Untuk Musafir (1)

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِيْنَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ

“Kutitipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan perbuatanmu yang terakhir.[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma.

Dalam hadits ini Salim bin Abdullah bin Umar berkata,

كَانَ ابْنُ عُمَرَ رضي الله عنهما يَقُوْلُ لِلرَّجُلِ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا: اُدْنُ مِنِّى أُوَدِّعُكَ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوَدِّعُنَا، فَيَقُولُ:

“Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma berkata kepada seseorang jika hendak bepergian, ‘Kemari mendekatlah kepadaku agar kutitipkan engkau sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menitipkan kami, lalu beliau bersabda ……”

Imam Al-Khaththabi Rahimahullah berkata, “Amanah di sini adalah keluarga dan semua yang dia tinggalkan serta hartanya yang mana dia menjaga amanat berkenaan dengan harta itu.” Dia berkata, “Disebutkan agama di sini karena bepergian adalah banyak diyakini menimbulkan berbagai macam kesulitan. Bisa saja menjadi sebab timbulnya sikap menyepelekan sebagian perkara agama.”[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 515-516 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Ahmad (2/7), At-Tirmidzi (5/499) no. 3443.  Lihat Shahih Al-Tirmidzi (2/155).

Syarah Doa Tamu Kepada Orang yang Menghidangkan Makanan

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

“Ya Allah, berilah berkah apa yang Engkau rezkikan kepada mereka, ampunilah dan belas kasihanilah mereka.”[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Abdullah bin Busr Radhiyallahu Anhu.

Sedangkan seutuhnya hadits ini adalah ungkapannya Radhiyallahu Anhu sebagai berikut:

نَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُبِي قَالَ فَقَرَّبْنَا إِلَيْهِ طَعَامًا وَوَطَبَةً فَأَكَلَ مِنْهَا ثُمَّ أُتِيَ بِتَمْرٍ فَكَانَ يَأْكُلُهُ وَيُلْقِي النَّوَى بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ وَيَجْمَعُ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى قَالَ شُعْبَةُ هُوَ ظَنِّي وَهُوَ فِيهِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ إِلْقَاءُ النَّوَى بَيْنَ الْإِصْبَعَيْنِ ثُمَّ أُتِيَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَهُ ثُمَّ نَاوَلَهُ الَّذِي عَنْ يَمِينِهِ قَالَ فَقَالَ أَبِي وَأَخَذَ بِلِجَامِ دَابَّتِهِ ادْعُ اللَّهَ لَنَا فَقَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Terhadap Musuh

اَللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ، سَرِيْعَ الْحِسَابِ، اهْزِمِ اْلأَحْزَابَ، اَللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

“Ya Allah, yang menurunkan Kitab Suci, yang menghisab perbuatan manusia dengan cepat. Ya Allah, cerai beraikanlah golongan musuh dan goncangkan mereka.”

HR. Musliim 3/1362
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani