Doa Mengusir Setan dan Segala Gangguannya (2)

الأَذَانُ

“Mengucapkan adzan.”

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Di antara apa-apa yang bisa untuk mengusir syetan adalah adzan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda,

إِذَا نُودِيَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِيْنَ، فَإِذَا قُضِيَ التَّأْذِيْنَ أَقْبَلَ، فَإِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ، أَدْبَرَ فَإِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ، أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطُرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ، يَقُولُ اُذْكُرْ كَذَا، اُذْكُرْ كَذَا، لِـمَا لَـمْ يَكُنْ يَذْكُرُ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى

“Jika diserukan untuk menunaikan shalat, maka syetan berbalik dan dia memiliki kentut sehingga tidak mendengar adzan. Jika adzan telah usai dikumandangkan, dia berbalik menghadap. Jika dikumandangkan iqamah untuk shalat, dia berbalik; jika iqamah usai dikumandangkan dia berbalik menghadap. Sehingga membuat betikan di antara orang dan jiwanya. Sehingga dia mengatakan, ‘Ingat demikian dan ingat demikian, yang sebelumnya ia tidak mengingat apa-apa, hingga orang itu tidak tahu berapa rakaat dia telah menunaikan shalat.'”[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Doa Mengusir Setan dan Segala Gangguannya (1)

الإِسْتِعَاذَةُ بِاللهِ مِنْهُ

“Berlindung kepada Allah dari godaannya.”[1]

Maksudnya adalah hendaknya Anda mengucapkan,

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”

Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ . وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

“Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syetan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku’.” (QS. Al-Mukminun: 97-98)

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 367.


[1]     Abu Dawud, (1/206); dan At-Tirmidzi. Lihat Shahih At-Tirmidzi, (1/77).

Syarah Doa Kegalauan dan Kesedihan (1)

Setelah ini akan datang do’a al-karbu ‘sedih’. Perbedaan antara al-karbu dan al-huznu adalah bahwa al-karbu kesedihan yang sangat mendalam. Sedangkan perbedaan antara al-hamm dan al-huznu dikatakan. “Keduanya adalah sama.” Padahal tidaklah demikian. Karena al-hamm terjadi pada perkara yang nyata dan masih ditunggu. Sedangkan al-huznu terjadi pada apa-apa yang teiah terjadi, dan al-hamm adalah kesedihan yang meleburkan manusia. Dia berkata, هَمَّنِي الشَّيْءٌ artinya sesuatu itu meleburkanku.”

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ

” Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, ubun-ubunku (nasibku) ada di tangan-Mu. Telah lalu hukum-Mu atasku, adil ketetapan-Mu atasku, aku mohon kepada-Mu dengan perantara semua nama milik-Mu yang Engkau namakan sendiri, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan seseorang dari hamba-Mu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu gaib di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai penawar hatiku, cahaya dalam dadaku, penghapus dukaku, dan pengusir keluh-kesahku.”[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Mengusir Syaitan

1. Minta perlindungan kepada Allah dari setan dengan membaca:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk” [1]

atau:

أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، مِنْ هَـمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

“Aku berlindung kepada Allah yang Mahamendengar lagi Mahamengetahui dari gangguan syaitan yang terkutuk, dari kegilaannya, kesombongannya dan syairnya yang tercela” [2]

2. Mengumandangkan Adzan.[3]
3. Membaca dzikir tertentu yang sudah diterangkan dalam hadits dan membaca Al-Qur’an[4]


[1] Berdasarkan ayat-ayat dalam al-Qur’an (QS: al-A’raaf: 200, QS: al-Mu’minuun:97-98, QS: Fushshilat: 36) dan Hadits-hadits Nabi صلي الله عليه وسلم yang shahih
[2]
HR. Abu Dawud no. 775 dan at-Tirmidzi no. 242 dan lainnya. Shahih
[3]
HR. Muslim 1/291, Al-Bukhari 1/151
[4]
Rasul صلي الله عليه وسلم bersabda: “Jangan jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 1/539). Sebagian hal yang dapat mengusir setan adalah bacaan dan dzikir di waktu pagi dan sore (yang dilakukan oleh Rasul صلي الله عليه وسلم), bacaan akan tidur dan bangun daripadanya, masuk dan keluar dari rumah, masuk masjid dan keluar daripadanya, membaca ayat Kursi ketika akan tidur, dua ayat yang terakhir dari surah Al-Baqarah dan orang yang membaca: Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir, seratus kali, maka akan menjadi benteng dari setan pada hari itu. Begitu juga adzan.

Sumber:
1. Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani
2. Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas