Syarah Doa Malam Pertama

إِذَا تَزَوَّجَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً أَوْ اشْتَرَى خَادِمًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَإِذَا اشْتَرَى بَعِيرًا فَلْيَأْخُذْ بِذِرْوَةِ سَنَامِهِ وَلْيَقُلْ مِثْلَ ذَلِكَ

“Jika salah seorang di antara kalian menikahi seorang wanita atau jika membeli budak hendaknya mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

‘Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya’.

Dan jika membeli seekor unta hendaknya memegang puncak punuknya lalu mengucapkan do’a yang sama.”[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Pengantin kepada Istrinya

Apabila seseorang di antara kamu kawin dengan seorang perempuan hendaklah mengucapkan:

بَاَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan perangainya. Dan aku mohon perlindungan kepadaMu dari kejelekannya dan kejelekan perangainya.”

HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dan lihatlah Shahih Ibnu Majah

Referensi:

  1. Risalah Nikah oleh Ahmad bin Abdul Aziz Hamdan, terbitan Darul Haq Jakarta-Tahun 2006,
  2. Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali al-Qahthani

Doa Selamat Kepada Pengantin

Doa berikut ditujukan kepada kedua mempelai:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْكَمُاَ فِيْ خَيْرٍ

“Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.””

HR. Ahmad dan penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai, lihat Shahih At- Tirmidzi

Referensi:

  1. Risalah Nikah oleh Ahmad bin Abdul Aziz Hamdan, terbitan Darul Haq Jakarta-Tahun 2006,
  2. Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali al-Qahthani