Doa Rasulullah Pada Perang Hunain

Dari Salamah Ibnu Akwa` radhiyallahu ‘anhu di dalam haditsnya tentang perang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perang Hunain ia berkata, “Maka pada saat mereka mengelilingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau turun dari bighal (sejenis kuda) lalu beliau menggenggam segenggam tanah dari bumi lalu menghadap kearah wajah-wajah mereka [kaum kafir], seraya berkata, “Binasalah wajah-wajah mereka”, maka tidaklah Allah ciptakan di antara mereka seorang manusia kecuali penuh kedua matanya dengan tanah dari segenggam tanah tadi. Lalu mereka mundur dan Allah menghancurkan mereka, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membagikan harta rampasan perang kepada kaum Muslim. (HR. Muslim).[]

Disalin dari Kitab Agar Doa Dikabulkan Karya Syaikh Said bin Ali Wahf al-Qahthani pada Pasal V: Perhatian para Rasul terhadap do’a dan Allah Memperkenankan do’a mereka, hal. 100, Penerbit Darul Haq-Jakarta.

Iklan

Doa Rasulullah Pada Perang Ahzab

Kelompok yang memerangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada perang Ahzab terdiri dari lima golongan, yaitu kaum musyrik dari ahli Mekah, kabilah-kabilah Arab, orang-orang Yahudi dari luar kota Madinah, Bani Quraidlah dan orang-orang munafiq, di mana jumlah orang-orang kafir di perang Khandaq/Ahzab sebanyak 10.000, dan kaum Muslim bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebanyak 3.000, dan mereka telah mengepung Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sebulan dan tidak terjadi di antara mereka peperangan kecuali apa yang terjadi pada Amr Ibnu Wudd al-‘Amiri dan Ali Ibnu Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu dan Ali langsung membunuhnya, dan perang ini terjadi pada tahun keempat hijriah. (Zadul Ma’ad, 3/ 274).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:

اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اللَّهُمَّ اهْزِمْ الْأَحْزَابَ اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

“Ya Allah, yang menurunkan kitab, yang cepat penghisaban-Nya, hancurkanlah kelompok-kelompok itu, ya Allah, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka.” (HR al-Bukhari).

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Rasulullah Saat Perang Badar

Dari Umar Ibnu Khaththab radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Ketika Perang Badar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat kepada kaum musyrikin dan mereka berjumlah seribu orang sedangkan para sahabatnya berjumlah tiga ratus sembilan belas orang, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap ke kiblat, mengangkat tangan berdo’a kepada Rabbnya:

اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ آتِ مَا وَعَدْتَنِي اللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ مِنْ أَهْلِ الْإِسْلَامِ لَا تُعْبَدْ فِي الْأَرْضِ

“Ya Allah, penuhilah bagiku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku, ya Allah, datangkanlah apa yang telah engkau janjikan kepadaku, ya Allah, jika Engkau hancurkan kelompok Ahlul Islam, Engkau tidak akan disembah di muka bumi ini.”

Maka terus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a kepada Rabbnya dengan mengangkat kedua tangan menghadap kiblat, sampai terjatuh selendangnya dari kedua bahunya, maka datanglah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan mengambil selendangnya serta memasangkan kembali di atas pundaknya dan menguatkan di belakangnya sambil berkata, “Wahai Nabi Allah, cukuplah permohonanmu kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia akan memenuhi bagimu apa-apa yang telah dijanjikan kepadamu.” Maka turunlah ayat:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُرْدِفِينَ

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Nabi Bagi Para Musuhnya

Do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap sebagian musuh-musuhnya yang selalu terkabul, bahwa orang-orang musyrik telah menyakiti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di kota Mekah dan Abu Jahal memerintahkan sebagian kaumnya untuk meletakkan kotoran unta di antara dua pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan beliau dalam keadaan sujud, maka dilakukanlah perbuatan itu oleh Uqbah Ibnu Abu Mu’ith, maka ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai dari shalatnya, beliau mengangkat suaranya kemudian mendo’akan atas mereka:

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشِ

“Ya Allah, hendaklah Engkau (adzab) terhadap orang-orang Quraisy.” Tiga kali.

Maka tatkala mereka mendengar do’a Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, hilanglah gelak tawa mereka, mereka takut terhadap do’anya shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau berdo’a lagi:

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ وَعَلَيْكَ عُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَشَيْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَالْوَلِيدِ بْنِ عُقْبَةَ وَأُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ وَعُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ

Baca pos ini lebih lanjut