Syarah Dzikir Pagi dan Petang (4)

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

وَإِذَا أَمْسَى قَالَ: اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْـمَصِيْرُ

“Ya Allah, dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan dengan nikmat-Mu kami hidup dan dengan nikmat-Mu kami mati. Dan kepada-Mulah kami dibangkitkan.”[1]

Dan jika di sore hari, maka mengatakan,

“Ya Allah, dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu sore ini, dengan nikmat-Mu kami memasuki waktu pagi, nikmat-Mu kami hidup, nikmat-Mu kami mati, dan kepada-Mulah kami kembali.”

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Dzikir Pagi dan Petang (2)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ.وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ)

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tiada seorang pun yang setara dengan Dia.’ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang menguasai shubuh, Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila  telah gelap-gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila dia dengki.” Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia’.” (Dibaca tiga kali).[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Agar Diberikan Keturanan yang Shalih

رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْداً وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

“Ya Rabb-ku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah Waris yang Paling Baik.” (QS. al-Anbiyaa'[21]: 89)

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Rabb-ku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh” (QS. Ash-Shaaffat[37]: 100)

رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء

“Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a.” (QS. Ali Imran[3]: 38)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Furqan[25]: 74)