Doa dan Bencana

Do’a merupakan sebab paling kuat untuk menolak sesuatu yang tidak diinginkan, mencapai sesuatu yang diharapkan, termasuk obat yang paling bermanfaat dan musuh bagi bencana karena dapat menolak dan mengobatinya, mencegah dan menghindarkan atau meringankan apabila telah datang menimpa. Do’a merupakan senjata orang yang beriman. Kedudukan do’a dengan bencana ada tiga:

  1. Do’a lebih kuat dari bencana, maka do’a menolak bencana yang akan turun.
  2. Do’a lebih lemah dari bencana, bencana lebih kuat, karenanya musibah pun menimpa seseorang, akan tetapi do’a bisa meringankan walaupun sedikit.
  3. Do’a dan bencana saling beradu kekuatan.

Dari Abdullah Ibnu Umar رضي الله عنهما dari Nabi صلى الله عليه وسلم beliau bersabda,

الدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِـمَّا نَزَلَ وَمِـمَّا لَـمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللهِ بِالدُّعَاءِ

“Do ‘a itu memberi manfaat kepada sesuatu yang telah diturunkan Allah, dan yang belum, oleh sebab itu berdo’alah kamu wahai hamba-hamba Allah. ” (HR. al-Hakim dan Ahmad).

Dari Salman رضي الله عنه beliau berkata bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

لاَ يَرُدُّ القَضَاءَ إِلاَّ الدُّعَاءُ وَلاَ يَزِيْدُ فِي العُمرِ إِلاَّ الْبِرُّ

“Tidak akan menolak ketentuan Allah kecuali do ‘a. Dan tidak akan menambah umur seseorang kecuali kebaikan.” (HR. at-Tirmidzi dan al-Hakim).[]

Disalin dari Agar Do’a Dikabulkan Berdasarkan al-Qur’an & as-Sunnah, Karya Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al-Qahthani, hal. 17-18, Darul Haq-Jakarta.

Dapatkah Doa Merubah Takdir

Soal:

Assalamu’alaikum Warohmatulloh. Apakah benar bahwa takdir bisa dirubah dengan do’a, mohon penjelasannya. (Rohmat Arif-Lamongan)

Jawab:

Wa’alaikumussalam Warohmatulloh Wabarokatuh. Benar, takdir bisa dirubah dengan do’a, sebagaimana sabda Rosululloh صلي الله عليه وسلم:

لاَ يَرُدُّ القَدَرَ إِلاَّ الدُّعَاءُ

“Tidak ada yang dapat mencegah takdir kecuali do’a.” (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrok: 1/493, dari hadits Tsauban, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shohih at-Targhib wat-Tarhib: 2/129)

Baca pos ini lebih lanjut