Yang Dilakukan Apabila Ada Sesuatu yang Menggembirakan

كَانَ النَّبِيُّ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ أَوْ يُسَرُّ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

Nabi Shallallahu’alaihi wasallam apabila ada sesuatu yang menggembirakan atau menyenangkannya, beliau bersujud, karena syukur kepada Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi.[1]

Disalin dari terjemah Hisnul Muslim, hal. 195-196.


[1]     HR. Ashhabus Sunan, kecuali An-Nasai, lihat Shahih Ibnu Majah 1/233 dan Irwa’ul Ghalil 2/226

Syarah Doa Agar Terhindar Dari Syirik

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tindakan menyekutukan Engkau, sedang aku mengetahuinya dan aku minta ampun kepadamu terhadap apa yang tidak aku ketahui (bahwa hal itu perbuatan syirik-red.).'”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Musa Al-Asy’ari dan selainnya Radhiyallahu Anhum.

Disebutkan di dalamnya sabda beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا هَذَا الشِّرْكَ فَإِنَّهُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ، فَقَالَ لَهُ مَنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ: وَكَيْفَ نَتَّقِيهِ، وَهُوَ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ قُولُوا…

“Wahai sekalian manusia, takutlah kepada tindakan syirik ini, sesungguhnya dia itu lebih tersembunyi dari pada langkah seekor semut.’ Seseorang yang dikehendaki Allah untuk berkata kepada beliau, ‘Bagaimana kita takut kepadanya, padahal dia itu lebih tersembunyi daripada langkah seekor semut, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, ‘Katakan: …’.”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam (7)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu, agar dimasukkan ke surga dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka!”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Dengan kata lain, ya Allah, sesungguhnya aku memohon keberuntungan kepada-Mu berupa surga dan hendak-nya Engkau menyelamatkanku dari adzab neraka.

Do’a ini mencakup permohonan taufik dan hidayah untuk menuju kepada amal-amal shalih yang dengannya seseorang mengharapkan ridha Allah ta’ala yang merupakan sebab keberuntungan dengan mendapatkan surga. Dan juga permohonan dijauhkan dari berbagai amal kebu-rukan yang merupakan sebab adzab api neraka.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 206-207.


[1]     Abu Dawud, no. 792; dan Ibnu Majah. Lihat Shahih Ibnu Majah (2/328).

Syarah Doa Ketika Melihat Orang Lain Tertimpa Bala

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari sesuatu yang Allah memberi cobaan kepadamu. Dan Allah telah memberi keutamaan kepadaku, melebihi orang banyak yang telah Dia ciptakan.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Di dalamnya disebutkan sabda beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ… لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاءُ

“Barangsiapa melihat orang tertimpa bala, lalu mengucapkan … maka dia tidak akan tertimpa bala itu.”

Baca pos ini lebih lanjut

Berlindung dari Api Neraka

رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَاماً. إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً

“Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. al-Furqon[25]: 65-66)

Berlindung dari Kebinasaan dan Kehancuran

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ التَّرَدِّي، وَالْـهَدْمِ، وَالْغَرَقِ، وَالْـحَرِيقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebinasaan (jatuh), kehancuran (tertimpa sesuatu), tenggelam, kebakaran dan aku berlindung kepada-Mu dari dirasuki syaitan pada saat mati, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan berpaling dari jalan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan tersengat.”

HR. An-Nasa-i VIII/282 dan Abu Dawud no. 1552. Shahiih an-Nasa-i III/1123 no. 5104, lafazh ini adalah lafazh an-Nasa-i.
Disalin dari: Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas خفظه الله

Berlindung Dari Keburukan Berbagai Penyakit

اَللَّـهُمَّ إِنِّــيْ أَعُوْذُبِـــكَ مِنَ الْـبَــرَصِ، وَالْـــجُنُــــــوْنِ، وَالْـــــــــجُــذُامِ، وَمِنْ سَــيِّءِ الْأَسْـــقَامِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari keburukan segala macam penyakit.”

HR. Abu Dawud no. 1554, an-Nasa-i VIII/270, Ahmad III/192. Lihat Shahiih an-Nasa-i III/1116
Disalin dari: Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas خفظه الله

Doa Agar Terhindar Dari Segala Kejahatan

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ (السَّبْعَ)، وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ، أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنْ الْفَقْرِ

“Ya Allah, Rabb langit (yang tujuh), Rabb bumi, Rabb ‘Arsy yang agung, Rabb kami, dan Rabb segala sesuatu, Pembelah biji dan benih, Yang menurunkan Taurat, Injil, dan al-Furqan (al-Qur’an), aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu, yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkaulah yang paling pertama, tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu, Engkau adalah yang paling akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Mu. Engkau-lah yang dzahir, tidak ada sesuatu pun yang mengungguli-Mu, dan Engkaulah yang batin, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Mu, lunasilah hutang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran (kemiskinan.)”

HR. Muslim no. 2713 dari Abu Hurairah رضي الله عنه. Doa ini dibaca juga ketika hendak tidur.
Disalin dari: Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas خفظه الله

Doa Berlindung dari Azab Jahannam

رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَاماً. إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً

“Ya Rabb kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman”

QS. al-Furqaan[25]: 65-66

Doa Agar Terhindar dari Syirik

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, dari  menyekutukan-Mu, sedang aku mengetahuinya dan minta ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui.”[1]


[1] HR. Ahmad 4/403 dan imam yang lain, Al-Albani berkata: Hasan Lighairihi

Sumber:
Hisnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani
Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas