Syarah Dzikir Sebelum Tidur (6)

اَللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ (ثَلَاثَ مِرَارٍ)

“Ya Allah, lindungilah aku (dari) adzab-Mu pada hari Engkau bangkitkan hamba-hamba-Mu” (Dibaca tiga kali)[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Ummul Mukminin Hafshah bintu Umar Radhiyallahu Anha.

Disebutkan di bagian awal hadits ini ungkapannya Radhiyallahu Anha sebagai berikut. Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Dzikir Sebelum Tidur (4)

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Dengan menyebut nama-Mu, wahai Tuhanku aku merebahkan tubuhku, dengan menyebut nama-Mu aku angkat tubuhku. Jika Engkau hendak menahan jiwaku (mencabut nyawaku), maka kasihanilah; dan jika Engkau biarkan (hidup), maka jagalah sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Disebutkan di bagian awal hadits:

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ عَنْ فِرَاشِهِ ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهِ فَلْيَنْفُضْهُ بِصَنِفَةِ إِزَارِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ بَعْدُ فَإِذَا اضْطَجَعَ فَلْيَقُلْ…

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Dzikir Sebelum Tidur (2)

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melairikan Dia Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar” (Al-Baqarah: 255).[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Dzikir Pagi dan Petang (23)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. (ثَلَاسَ مَرَّاتٍ إِذَا أَمْسَى)

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa-apa yang Dia ciptakan.” (Dibaca tiga kali jika sore tiba)[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Disebutkan dalam hadits,

أَنْ مَنْ قَالَـهَا حِيْنَ يُمسِي ثَلَاسَ مَرَّاتٍ لَمْ تَضُرَّهُ حُمَةُ تِلْكَ الْلَيْلَةِ

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Dzikir Pagi dan Petang (22)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ. (مِائَةً مَرَّةٍ فِي الْيَوْمِ)

“Aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” (Dibaca seratus kali sehari).[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Al-Agharr bin Yasar Al-Muzani Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ‘aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya’ adalah nyata bahwa beliau memohon ampunan dan berkeinginan keras untuk bertaubat.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Dzikir Pagi dan Petang (18)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. (عَشَرَ مَرَّاتٍ أَوْ مَرَّةً وَاحِدَةً)

“Tiada Tuhan Yang berhak disembah, kecuali Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca sepuluh kali[1] atau satu kali [2])

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Ayyasy Radhiyallahu Anhu. Dikatakan, “Namanya adalah Zaid bin Ash-Shamit Radhiyallahu Anhu.” Dikatakan pula, “Zaid bin An-Nu’man Radhiyallahu Anhu.” Dan dikatakan pula nama yang lain.[3]

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Dzikir Pagi dan Petang (9)

حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. (سَبْعَ مَرَّاتٍ)

“Cukup bagiku Allah (sebagai pelindung), tiada Tuhan (yang berhak disembah), kecuali Dia. Kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan ‘Arsy Yang Agung.” (Dibaca tiga kali).[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Ad-Darda’ Radhiyallahu Anhu.

Disebutkan dalam hadits, bahwa orang yang mengu-capkannya di pagi hari dan demikian juga di sore hari tujuh kali, maka Allah akan mencukupkan apa-apa yang penting baginya dari urusan kehidupan dunia dan akhirat.

Ungkapan حَسْبِيَ اللهُ ‘hanya Allahlah Pernolongku’, dengan kata lain, Allah Ta’ala telah mencukupkan bagiku segala sesuatu.

Ungkapan عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ‘kepada-Nya aku bertawakal’, dengan kata lain, aku bersandar kepada-Mu.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 260-261.


[1]     Ditakhrij Ibnu As-Sunni, no. 71 dengan derajat marfu; Abu Dawud, (4/321), dengan derajat mauquf, no. 5081. Syuaib dan Abdul Qadir Al-Arnauth menyahihkan hadits ini. Lihat Zaad Al-Ma’ad, (2/376). Dan telah didhaifkan Syaikh Al-Albani Rahimahullah. Lihat Dhaif Abu Dawud.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.111 pengikut lainnya.