Syarah: Dzikir Keluar Rumah (1)

بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

“Dengan nama Allah. Aku bertawakal kepada-Nya, dan tiada daya dan kekuatan, kecuali karena pertolongan Allah.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu.

Pada  bagian akhir  hadits  disebutkan  sabda  beliau Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

يُقَالُ لَهُ: كُفِيتَ وَوُقِيتَ وَهُدِيْتَ، وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيَاطَينُ، فَيَقُولُ لَهُ لِشَيْطَانٍ آخَرَ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟

“Dikatakan kepadanya, ‘Engkau telah dicukupkan, dijaga, dan diberi petunjuk.’ Maka, syetan menjauk darinya. Maka, dikatakan kepada syetan yang lain, ‘Bagaimana engkau dengan orang yang telah diberi petunjuk, telah dicukupkan dan telah dijaga?.”

Ungkapan بِسْمِ اللهِ ‘dengan nama Allah‘, dengan kata lain, dengan nama Allah aku berangkat.

Ungkapan تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ ‘aku bertawakal kepada Allah‘. dengan kata lain, kuserahkan semua urusanku kepada-Nya.

Ungkapan يُقَالُ لَهُ ‘dikatakan kepadanya‘, bisa saja yang berkata adalah Allah Ta’ala dan bisa juga salah satu malaikat.

Ungkapan كُفِيتَ ‘engkau telah dicukupkan’, dengan kata lain, telah dijauhkan keburukan darimu.

Ungkapan وَوُقِيتَ ‘engkau telah dijaga‘, dengan kata lain, engkau telah dijaga dari segala sesuatu yang tersembunyi darimu berupa sesuatu yang menyakitkan dan keburukan.

Ungkapan وَهُدِيْتَ ‘engkau telah diberi petunjuk‘, menuju ke jalan yang haq dan menuju kepada kebenaran, dengan engkau diberi taufik untuk mengutamakan dzikir kepada Allah Ta’ala dan engkau masih saja mendapat pe-tunjuk dalam semua amal, perkataan, dan keadaanmu.

Ungkapan وَتَنَحَّى عَنْهُ ‘maka syetan menjauh darinya‘, dengan kata lain, syetan menjauhkan diri darinya. Maka, dikatakan kepada syetan yang lain yang bertujuan untuk menyakitinya dan mengganggunya.

Ungkapan كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ ‘bagaimana engkau masih memiliki jalan‘, dengan kata lain, tidak tersisa lagi jalan untukmu mendatangi orang yang telah diberi petunjuk untuk selalu dzikir kepada Allah, dipalingkan dari kesyirikan, dan dijaga dari tipu-daya dan jebakanmu.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 106-107 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Abu Dawud, (4/325), no. 5094; dan At-Tirmidzi, (5/490), no. 3427. Lihat Shahih At-Tirmidzi, (3/151).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: