Manfaat Doa Sebelum Jima’

MANFAAT DOA SEBELUM JIMA’
Oleh: Ustadz Abu Minhal. Lc

Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah mengajarkan doa-doa dan dzikir-dzikir bagi umatnya dalam berbagai aspek kehidupan. Doa-doa dan dzikir-dzikir tersebut sangat penting diamalkan oleh umat Islam dikarenakan teks-teks doa dan dzikir terbaik tersebut berasal dari wahyu yang tidak memuat sedikit pun kesalahan.

Termasuk dzikir atau doa yang disyariatkan bagi umat Islam adalah doa sebelum seorang lelaki mencampuri istrinya.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan doa berikut ini bagi seseorang yang hendak mencampuri istrinya:

بِاسْمِ االلهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”,

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Nabi Zakariyya Memohon Anak Sholeh

DOA NABI ZAKARIYYA عليه السلام
MEMOHON KETURUNAN YANG SHALIH
Majalah as-Sunnah Ed. 12 Th. XX_1438H/2017M, hal.1.

رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء

Wahai Rabbku! Berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. (QS. Ali Imran/3: 38).

Ini adalah doa Nabi Zakariya عليه السلام. Tatkala Allah عزّوجلّ memberi rezeki kepada Maryam buah-buahan tidak pada musimnya; buah-buahan musim dingin tersedia pada musim panas terik, dan buah-buahan musim panas tersedia di musim dingin. Melihat itu, Zakariya عليه السلام sangat tergerak untuk mendapatkan anak. Padahal usianya sudah tua, demikian juga istrinya, bahkan dia mandul. Namun ia sadar, bahwa Dzat yang mendatangkan itu semua untuk Maryam, pasti berkuasa memberinya anak.

Nabi Zakariyya عليه السلام berdoa kepada Rabbnya agar dianugerahi keturunan yang baik; baik akhlak dan adabnya, agar nikmat agama dan dunia menjadi sempurna dengan keberadaan mereka.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Hal yang Dapat Memperlindungkan Anak-Anak

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْـحَسَنَ وَالْـحُسَيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memperlindungkan Al-Hasan dan Al-Husain Radhiyallahu Anhuma, ‘Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala macam syetan, binatang yang berbisa, dan ‘ain (pandangan mata) yang menimpanya (yang mengakibatkan sakit).”‘[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Perlindungan Bagi Anak

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْـحَسَنَ وَالْـحُسَيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memperlindungkan Al-Hasan dan Al-Husain Radhiyallahu Anhuma, ‘Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala macam syetan, binatang yang berbisa, dan ‘ain (pandangan mata) yang menimpanya (yang mengakibatkan sakit).”‘[1]

Catatan:[2]

Dhomir (kata ganti) pada awal lafazh doa أُعِيْذُكُمَا dapat disesuaikan dengan jenis kelamin dan jumlah anak sebagai berikut:

  1. Satu anak laki-laki: أُعِيْذُكَ
  2. Satu anak perempuan: أُعِيْذُكِ
  3. Dua anak; baik dua anak laki-laki atau dua anak perempuan atau satu anak laki-laki dan satu anak perempuan: أُعِيْذُكُمَا
  4. Tiga anak laki-laki atau lebih, atau anak yang terdiri dari laki-laki dan perempuan berjumlah tiga orang atau lebih: أُعِيْذُكُمْ
  5. Tiga anak perempuan atau lebih: أُعِيْذُكُنَّ

Disalin dari Terjemah Hishnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, Hal. 130.


[1]  Al-Bukhari: 4/119.
[2] Tambahan dari Kami (doandzikir.wordpress.com/Ibnu Majjah).

Syarah Ucapan Untuk Orang yang Mendapatkan Anak dan Jawabannya

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ. وَيَرُدُّ عَلَيْهِ الْمُهَنَّأُ فَيَقُوْلُ: بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ

“Semoga Allah memberkahimu atas pemberian-Nya kepadamu, engkau layak bersyukur kepada yang memberi, (semoga) anakmu cepat dewasa dan engkau diberi rezeki berupa baktinya kepadamu.”

Orang yang diberi ucapan selamat menjawab dengan mengatakan, “Semoga Allah memberkahimu (dalam keadaan senang-red.) dan memberkahimu (dalam keadaan susah-red.) dan membalasmu dengan kebaikan dan engkau diberi rezeki seperti itu dan balasanmu dilipatgandakan.”[1]

Ucapan selamat ini dinukil dari Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah. Sedangkan jawabnya yang jelas adalah dari salah seorang para ulama.

Baca pos ini lebih lanjut

Ucapan Bagi Orang yang Mendapatkan Kelahiran dan Jawabannya

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

“Semoga Allah memberkahimu atas pemberian-Nya kepadamu, engkau layak bersyukur kepada yang memberi, (semoga) anakmu cepat dewasa dan engkau diberi rezeki berupa baktinya kepadamu.”

Orang yang diberi ucapan selamat menjawab dengan mengatakan,

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ

“Semoga Allah memberkahimu dan membalasmu dengan kebaikan dan engkau diberi rezeki seperti itu dan balasanmu dilipatgandakan.”[1]

Disalin dari Terjemah Hishnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, Hal. 129.


[1]     Lihat Al-Adzkar An-Nawawi, hlm. 349; dan Shahih Al-Adzkar, oleh Salim Al-Hilali: 2/713.

Syarah Doa Sebelum Berjima’ Dengan Istri

بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari apa-apa yang telah Engkau rezekikan kepada kami.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Hikmahnya adalah bahwa syetan memiliki kesempatan bersama-sama dalam urusan harta dan anak-anak. Sehingga seseorang harus berdo’a kepada Allah Ta’ala ketika melakukan jima’ sehingga selamat dari kejahatannya.

Ungkapan جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ‘jauhkanlah kami dari syetan’, dengan kata lain, jauhkan dia dari kami.

Ungkapan وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا ‘jauhkanlah syetan dari apa-apa yang telah Engkau rezekikan kepada kami’, dengan kata lain, jauhkanlah dia dari apa-apa yang telah Engkau rezekikan kepada kami.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 470.

Baca pula:
Berdzikirlah Sebelum Hubungan Intim


[1]    Al-Bukhari, (6/141), no. 3271; dan Muslim, (2/1028), no. 1434.