Syarah Ucapan Ketika Dipuji Orang

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا يَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرْلِيْ مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ [وَاجْعَلْنِيْ خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ]

“Ya Allah, semoga Engkau tidak menghukumku karena apa yang mereka katakan. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketakan. (Dan jadikanlah aku lebih baik daripada yang mereka perkirakan).”[1]

Ini adalah sebuah atsar yang datang dari para shahabat Radhiyallahu Anhum.

Adiy bin Arthaah Radhiyallahu Anhu berkata,

كَانَ الرَّجُلُ مِنْ أَصْحابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا زُكِّيَ، قَالَ: …

“Jika seseorangdi antara para shahabat Sabi Shallallahu Alaihi wa Sallam  direkomendasikan oleh seseorang,  ia berkata…”

Ungkapan إِذَا زُكِّيَ ‘jika direkomendasikan oleh seseorang’, dengan kata lain, disebutkan dengan sifat-sifat yang bagus dan dipuji.

Ungkapan لاَ تُؤَاخِذْنِيْ ‘tidak menghukumku’, dengan kata lain, jangan hukum aku.

Ungkapan بِمَا يَقُوْلُوْنَ ‘karena apa yang mereka katakan’, yakni berupa berbagai macam pujian dan sifat yang baik dan indah untukku.

Ungkapan وَاغْفِرْلِيْ مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ ‘ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui’, yakni apa-apa yang mereka perbuat berupa berbagai macam dosa.

Dalam atsar ini dalil yang menunjukkan keagungan akhlak para shahabat. Mereka tidak tertipu dan tidak bahaya bagi mereka pujian orang-orang yang memuji mereka. Karena pengetahuan mereka akan kadar diri mereka dan pengakuan mereka dengan dosa-dosa dan keterbatasan mereka. Dan mereka sangat membutuhkan ampunan, rahmat, dan kebaikan Allah Ta’ala.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 550-551.


[1]  Al-Bukhari dalam Adab Al-Mufrad, no 761. Isnadnya dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Adab Al-Mufrad. no. 585. Apa yang ada diantara dua kurung adalah tambahan dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-lman (4/228) dari jalur lain.

Bacaan Bila Dipuji Orang

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا يَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرْلِيْ مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ [وَاجْعَلْنِيْ خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ]

Ya Allah, semoga Engkau tidak menghukumku karena apa yang mereka katakan. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui. [Dan jadikanlah aku lebih baik daripada yang mereka perkirakan][1]

Disalin dari terjemah Hisnul Muslim, hal. 187.


[1]     HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 761. Isnad hadits tersebut dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 585. Kalimat dalam kurung tambahan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 4/228 dari jalan lain.

Syarah Ucapan Memuji Seorang Muslim

APA YANG DIKATAKAN SEORANG MUSLIM
JIKA MEMUJI MUSLIM LAINNYA

 

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ مَادِحًا صَاحِبَهُ لَا مَحَالَةَ فَلْيَقُلْ أَحْسِبُ فُلَانًا وَاللَّهُ حَسِيبُهُ وَلَا أُزَكِّي عَلَى اللَّهِ أَحَدًا أَحْسِبُهُ إِنْ كَانَ يَعْلَمُ ذَاكَ كَذَا وَكَذَا

“Apabila seseorang harus memuji saudaranya, katakan-lah, ‘Aku kira fulan … dan Allah-lah yang mengawasi perbuatannya. Dan aku tidak akan merekomendasikan seseorang di hadapan Allah.’ Apabila seseorang mengetahui hendaklah berkata, “Aku kira begini dan begini?”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Bakarah Radhiyallahu Anhu.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Untuk Orang yang Engkau Caci

قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللَّهُمَّ فَأَيُّمَا مُؤْمِنٍ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْ ذَلِكَ لَهُ قُرْبَةً إِلَيْكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ya Allah, siapa Saja di antara orang Mukmin yang pernah kucaci, jadikanlah sarana yang mendekatkan dirinya kepada-Mu di hari Kiamat.'”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Al-Qadhi Iyadh Rahimahullah berkata, “Bisa saja apa yang disebutkan berupa celaan dan do’a yang tidak disengaja atau diniatkan. Akan tetapi, berlaku dalam tradisi orang Arab menguatkan ucapannya, meneruskan perkataannya ketika sedang dalam kesulitan, penegasan akan cacian, dan bukan dengan niat terjadinya semua itu. Sebagaimana ucapan Aqra Halqi, ‘Beruntunglah engkau …’, sehingga dia sangat ingin kesesuaian yang demikian dengan takdir, sehingga dia berjanji pada Rabbnya dan sangat ingin Dia menjadikan ucapannya itu sebagai rahmat dan taqarub.”[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 546.


[1]     Al-Bukhari dalam Fathul Bari (11/171). no. 6361: dan Muslim. (4/2007). no. 2601. Lafazhnya: فَاجَعَلْهَا لَهُ زَكَاةً وَرَحْمَةً ‘Jadikanlah sebagai pembersih dan rahmat.’

Syarah Doa Orang yang Bersin

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُل: اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوْهُ أَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكُ اللهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ فَلْيَقُلْ: يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Jika salah seorang di antara kalian bersin hendaknya dia mengucapkan : اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ ‘Segala puji hanya bagi Allah‘. Sedangkan saudara atau sahabatnya hendaknya mengucapkan kepadanya: يَرْحَمُكُ اللهُ ‘Semoga Allah merahmatimu‘. Jika dia mengatakan kepadanya: يَرْحَمُكُ اللهُ ‘Semoga Allah merahmatimu‘, maka dia harus mengucapkan يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ‘Semoga Allah memberimu petunjuk dan membaguskan kondisimu’.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوْهُ أَوْ صَاحِبُهُ ‘sedangkan saudara atau sahabatnya hendaknya mengucapkan’. Terdapat suatu keraguan dari perawi.

Ungkapan يَرْحَمُكُ اللهُ ‘semoga Allah merahmatimu‘. Ini bisa berkemungkinan sebagai do’a memohon rahmat, dan bisa juga sebagai informasi yang menyenangkan orang, dengan kata lain, itu adalah rahmat untukmu.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Ucapan Untuk Orang yang Mendapatkan Anak dan Jawabannya

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ. وَيَرُدُّ عَلَيْهِ الْمُهَنَّأُ فَيَقُوْلُ: بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ

“Semoga Allah memberkahimu atas pemberian-Nya kepadamu, engkau layak bersyukur kepada yang memberi, (semoga) anakmu cepat dewasa dan engkau diberi rezeki berupa baktinya kepadamu.”

Orang yang diberi ucapan selamat menjawab dengan mengatakan, “Semoga Allah memberkahimu (dalam keadaan senang-red.) dan memberkahimu (dalam keadaan susah-red.) dan membalasmu dengan kebaikan dan engkau diberi rezeki seperti itu dan balasanmu dilipatgandakan.”[1]

Ucapan selamat ini dinukil dari Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah. Sedangkan jawabnya yang jelas adalah dari salah seorang para ulama.

Baca pos ini lebih lanjut

Ucapan Bagi Orang yang Mendapatkan Kelahiran dan Jawabannya

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

“Semoga Allah memberkahimu atas pemberian-Nya kepadamu, engkau layak bersyukur kepada yang memberi, (semoga) anakmu cepat dewasa dan engkau diberi rezeki berupa baktinya kepadamu.”

Orang yang diberi ucapan selamat menjawab dengan mengatakan,

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ

“Semoga Allah memberkahimu dan membalasmu dengan kebaikan dan engkau diberi rezeki seperti itu dan balasanmu dilipatgandakan.”[1]

Disalin dari Terjemah Hishnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, Hal. 129.


[1]     Lihat Al-Adzkar An-Nawawi, hlm. 349; dan Shahih Al-Adzkar, oleh Salim Al-Hilali: 2/713.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.155 pengikut lainnya